MenaraToday.Com
– Jakarta :
Presiden Jokowi menyampaikan
sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019, di Rafles
Hotel, Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam.
Presiden Joko Widodo
(Jokowi) menyampaikan, pada bulan Desember ini, pemerintah akan mengajukan
omnibus law kepada DPR, dan bulan Januari lagi juga akan mengajukan lagi
omnibus law yang ke-2 kepada DPR.
“Sehingga terjadi sebuah
kecepatan dalam dunia usaha, apabila ingin menanamkan modalnya. Inilah yang
kita namakan undang-undang cipta lapangan pekerjaan,” kata Presiden Jokowi saat
menyampaikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019,
di Rafles Hotel, Jakarta, Kamis (28/11) malam.
Presiden menjelaskan,
undang-undang cipta lapangan kerja karena muaranya dari setiap investasi dalam negeri maupun dari luar adalah cipta
lapangan kerja. Karena masih 7 juta masyarakat kita yang berada pada posisi pengangguran.
Menurut Presiden, kalau pemerintah
hanya satu-satu mengajukan revisi undang-undang satu, satu,50 tahun gak akan
selesai.
Karena itu, 74 undang-undang
akan digabungkan dan pemerintah
akan mintakan omnibus law kepada
Dewan Perwakilan Rakyat.
“Nah ini mohon didukung,
jangan di lama-lamain, jangan disulit-sulitin.
Karena ini sekali lagi untuk
cipta lapangan kerja.
Ada 74 undang-undang sudah
kita teliti satu per satu, kita
gabungkan dan kita mintakan nanti untuk direvisi secara berbarengan,
bersama-sama,” tegas Presiden.
Presiden meyakini, kalau ini
rampung semuanya, maka 3 (tiga) nilai pada saat sulit seperti yang
disampaikannya sebelumnya,, memang inilah waktunya.
“Kita tunjukan bahwa kita
mampu bertahan di tengah kesulitan yang menimpa kita, meskipun kita tidak
sulit, masih 5% kok,” tutur Presiden.
Pemangkasan Eselon IV dan
III Dalam kaitan dengan deregulasi itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan akan
melakukan penyederhanaan birokrasi.
“Mohon maaf kalau di sini
ada eselon 4, eselon 3. Kita akan pangkas itu mulai tahun depan,” kata Presiden
Jokowi.
Pemangkasan itu dilakukan,
menurut Presiden, agar terjadi kecepatan dalam setiap memutuskan kalau ada
perubahan-perubahan dunia yang berubah begitu sangat cepatnya.
“Tapi pelan-pelan, dan yang
terpenting tidak mengganggu income, gaji dari tadi yang dipotong.
Tidak akan menurunkan
pendapatan,” tegas Presiden.
Menurut Presiden, dalam 5
tahun ke depan, pemerintah akan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia
menjadi fokus prioritas pemerintah.
Sementara kelanjutan
pembangunan insfrastruktur akan diteruskan dengan menyambungkan jalan-jalan tol
yang ada ke dalam kawasan pertanian, kawasan industri, kawasan wisata, kawasan
sentra-sentra nelayan, sentra-sentra pertani.
Tampak hadir dalam kesempatan
itu antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Wimboh Santoso, dan
juga Wakil Presiden RI ke-11 Boediono.(efrizak/tim)

