Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Diduga Ingin Menguasai Harta, Sarip Tega Menghabisi Nyawa Sahabat Sendiri

 

Sarip (S) Pelaku Pembunuhan Disajira Lebak

Menaratoday.com LEBAK-Identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah perkebunan dicikancas Kecamatan Sajira kabupaten lebak, banten, pada Sabtu (10/07/21) lalu, akhirnya terungkap. 


Sesosok jenazah tersebut bernama Jaminggan (66) warga Desa Cisimeut,  Kecamatan Leuwidamar,  Kabupaten Lebak.  Korban diketahui merupakan duda kaya pemilik toko kelontong disekitar cisimeut.


Ia ditemukan oleh warga diladang perkebunan dalam kondisi yang mengenaskan, dengan luka tusuk dan sudah mulai membusuk. 


Usut punya usut, Jaminggan merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh sahabatnya sendiri berinisial Sarip (51), warga ogan komering Ulu Palembang, sumatera selatan yang sudah lama menetap didesa cisimeut kecamatan leuwidamar. Hal itu terungkap setelah tim Serigala Satreskrim Polres Lebak berhasil mencokok pelaku.

Polrest Lebak Saat Menggelar Konferensi Pers Terkait kasus Pembunuhan disajira, Selasa (13/07/21).


"Ya pelaku berhasil diamankan, ia merupakan teman dekat korban yang sehari-harinya selalu bersama dengan korban," ungkap Kasat Rekrim Polres Lebak AKP indik Rusmono, selasa (13/07/21).


Indik mengungkapkan,  pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban yang sebelumnya sudah direncanakan jauh-jauh hari.  Hal itu tega dilakukannya karena pelaku ingin menguasai harta milik korban. 

"Awalnya pelaku merasa kesal, karena sering ditagih hutang sebesar Rp. 2,5 juta oleh korban, Pelaku membunuh korban dengan cara menusuk korban dengan sebuah belati  pada bagian perutnya ketika korban tengah buang air kecil, akibatnya korban mengalami luka hingga menyebabkan usus 12 jari korban putus, hingga menembus bagian hati, " ungkapnya. 


Ia mengatakan, korban ini besar dan tinggal dipalembang, namun kemudian pulang ke rumah orang tuanya di leuwidamar sekitar 2017.


"Pelaku tahu kalau korban ini duda dan banyak uang, makanya pelaku pura-pura ngajak ngapel ke rumah seorang janda, disajira, sesampainya disajira ternyata korban diajak ke hutan, dengan alasan bahwa rumah janda yang dimaksud dekat situ," tuturnya.


Lanjut indik, pelaku pura-pura buang air kecil, dan ternyata korban malah ikut-ikutan.


"Saat itulah pelaku melancarkan aksinya, menusuk bagian kanan perut korban dengan badik yang dibawanya, setelah berhasil menusuk korban, pelaku membawa kabur motor dan uang korban senilai Rp. 6 juta yang disimpan dibox motor, untuk menyembunyikan perbuatannya, korban ditutupi oleh semak-semak dan pelaku sempat pergi kerumah temannya," jelasnya.


Indik menambahkan, dalam upaya pengejaran  pelaku yang bersembunyi disebuah gubuk dikawasan perhutanan,  pihaknya terpaksa mendaratkan satu kali tembakan pada bagian kaki pelaku, karena pelaku sempat memberikan perlawanan yang membahayakan petugas. 


Akibat perbuatannya, S dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUH Pidana atau Pasal 338 atau pasal 365 ayat (4) KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.


ILA

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !