Ini Tampang Kades Kecamatan Perbaungan yang Takut Buka-bukaan Soal Penggunaan Dana Desa

HO.
Keterangan Gambar : Sutarman, Kades Sei Sijenggi (kiri). Misroh, Kades Suka Jadi (kanan atas). Usman Kades Lidah Tanah, foto dikutip dari akun Facebook Darman Sipahutar (kanan bawah). Kolase foto : Irlan Jaya Situmorang.

Menaratoday.com - Serdang Bedagai :

Inilah tampang (wajah) beberapa oknum Kepala Desa (Kades) Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, yang diduga takut buka-bukaan soal pengelolaan dan penggunaan anggaran dana desa yang mereka kelola.

Beberapa oknum Kades di Kecamatan Perbaungan diduga sengaja ingin menutup-nutupi informasi dalam pengelolaan dan penggunaan keuangan negara (dana desa).

Saat menaratoday.com melakukan konfirmasi terkait pengelolaan dan penggunaan dana desa, kepada Sutarman Kades Sei Sijenggi di Kantor Desa Lubuk Dendang, Sutarman marah-marah dan panik seolah "kebakaran jenggot".

HO.
Keterangan Gambar : Sutarman, Kades Sei Sijenggi (kiri). Azrai, Kades Lubuk Rotan (kanan) foto dikutip dari akun Facebook Dewi Mustika Pratiwi. (Kolase foto : Irlan Jaya Situmorang).

Menaratoday.com juga melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Kades Sei Sijenggi Sutarman, Kades Suka Jadi Misroh, Kades Lidah Tanah Usman, Kades Lubuk Rotan Azrai dan Kades Kesatuan Syafrizal, tapi semuanya "Bungkam" dan tidak mau memberikan informasi.

Untuk kepentingan pemberitaan, menaratoday.com berupaya melakukan konfirmasi ulang dan berulangkali dalam waktu yang berbeda,  tetapi oknum Kades tersebut juga tidak berani memberikan informasi.

Dicoba konfirmasi ulang beberapa kali melalui pesan WA, Selasa (9/7/2024), Sutarman Kades Sei Sijenggi, Misroh Kades Suka Jadi, Usman Kades Lidah Tanah, Azrai Kades Lubuk Rotan dan Syafrizal Kades Kesatuan juga belum berani menjawab konfirmasi yang dilayangkan menaratoday.com.

Diduga para oknum Kades tersebut takut dikonfirmasi soal penggunaan dana desa, sehingga mereka semuanya sengaja ingin menutup-nutupi informasi. 

Tertutupnya oknum Kades tersebut mengindikasikan adanya dugaan kecurangan dan penyimpangan dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa.

Kepada menaratoday.com, salah satu masyarakat saat dimintai tanggapannya mengenai dana desa, mengatakan bahwa sebagai masyarakat dirinya tidak mengetahui soal dana desa dan tidak tahu dipergunakan untuk apa-apa saja.

"Berapa jumlahnya (dana desa) dan untuk apa saja pun gak tau aku bang," ungkapnya.

Tidak transparannya oknum Kades tersebut dalam penggunaan dana desa disinyalir bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 73 Tahun 2020, Peraturan Menteri Keuangan (PMK), Undang - Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Undang - Undang serta peraturan terkait lainnya.

Terkait tidak transparannya oknum Kades Kecamatan Perbaungan tersebut, menaratoday.com mencoba konfirmasi kepada Kasi PMD Kecamatan Perbaungan, Anca Lubis, Senin (8/7/24).

Kasi PMD menjelaskan bahwa media mempunyai hak melakukan konfirmasi, dan Pemerintah Desa (Pemdes) diwajibkan transparan dalam pengelolaan dan penggunaan dana desa sesuai amanat undang-undang.

"Jadi gni bang irlan. Sesuai permendagri no 73 tahun 2020 tentang pengawasan dana desa pada pasal 6 & 23. Intinya Transparansi penggunaan dana desa. Sebagai rekan media hal ini sah-sah saja dikonfirmasi bang. Inilah bentuk transparansi tadi," jelas Kasi PMD Kecamatan Perbaungan.

Dengan adanya kritik dan masukan dari pihak media (Pers), terhadap pengguna anggaran negara (dana desa) dalam hal ini Kades selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Camat Perbaungan Edy Syahputra berharap agar Pemdes dapat sesuai prosedur dalam mengelola anggaran desa.

"Tks atas kritik dan masukanny. Selalu kita ingatkan ke Pemdes mengenani pengelolaan DD sesuai ketentuan," tegasnya.

(Hingga berita ini ditulis, Sutarman Kades Sei Sijenggi, Misroh Kades Suka Jadi, Usman Kades Lidah Tanah, Azrai Kades Lubuk Rotan dan Syafrizal Kades Kesatuan, belum dapat dikonfirmasi).

Penulis : Irlan Jaya Situmorang, Wartawan/Mahasiswa Fakultas Hukum.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama