Pengelolaan Dana Desa Ditutupi, Ardianto Kades Lubuk Dendang dan Sutarman Kades Sei Sijenggi Diduga "Membodohi" Masyarakat

Keterangan Gambar : Ardianto Kades Lubuk Dendang, foto dikutip dari akun facebook Ardianto Nasution (kiri), Sutarman Kades Sei Sijenggi (kanan), screenshot video saat menaratoday.com melakukan konfirmasi resmi di Kantor Desa Lubuk Dendang, pada Kamis 4 Juli 2024/Kolase foto : Irlan Jaya Situmorang.

Menaratoday.com - Serdang Bedagai :

Ardianto, Kepala Desa (Kades) Desa Lubuk Dendang, bersama Sutarman, Kades Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara tidak transparan (tidak terbuka) terkait pengelolaan dan penggunaan anggaran dana desa.

Diduga Ardianto Kades Lubuk Dendang sengaja ingin membodohi masyarakat dan publik. Sebab, Ardianto dan Sutarman sebagai Kades "tertutup" soal dana desa, padahal dalam penggunaan uang negara termasuk dana desa seharusnya dikelola secara transparan, supaya masyarakat atau publik mengetahuinya secara utuh, dan badan publik seperti pemerintah desa diwajibkan memberikan informasi jika ada yang mempertanyakan.

Kades Deli Muda Hulu, Maida Warda (kiri) dan Kades Sei Sijenggi (kanan), yang disebut oleh Ardianto Kades Lubuk Dendang mereka semua adalah warga masyarakatnya dan Kades Sei Sijenggi diakuinya sebagai BPD di desanya.(Screenshot video saat menaratoday.com melakukan konfirmasi resmi di Kantor Desa Lubuk Dendang, pada Kamis 7 Juli 2024/Kolase foto : Irlan Jaya Situmorang).

Adanya kejanggalan dan dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana desa di Desa Lubuk Dendang dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Perbaungan semakin kuat, karena Ardianto selaku Kades Lubuk Dendang bersama Sutarman Kades Sei Sijenggi dan oknum kades lainnya, tidak mau memberikan informasi walaupun sudah berulangkali dikonfirmasi terkait penggunaan dan pengelolaan dana desa di Desa Lubuk Dendang dan beberapa desa lainnya.

Keterangan Gambar : Sutarman Kades Sei Sijenggi (kiri) dan Misroh Kades Suka Jadi (kanan) yang mengaku sebagai masyarakat Desa Lubuk Dendang, dan mengatakan kalau wartawan tidak punya kapasitas mempertanyakan APBDes dan anggaran dana desa.(Screenshot video saat menaratoday.com melakukan konfirmasi resmi di Kantor Desa Lubuk Dendang, Kamis 7 Juli 2024/Kolase foto : Irlan Jaya Situmorang).

Parahnya lagi, Ardianto sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam pengelolaan dana desa, mengaku kalau dirinya tidak menginformasikan kepada masyarakat soal penggunaan dana desa yang dikelolanya.

Pengakuan itu diucapkan Ardianto saat menaratoday.com.ke Kantor Desa Lubuk Dendang, Kamis (4/7/2024).

"Orang itupun gak pala kami papar-paparkan (penggunaan dana desa), karena udah tau kerja kami di desa" kata Ardianto Kades Lubuk Dendang.

Diduga Ardianto juga sengaja membuat skenario atau strategi busuk, bekerjasama dengan beberapa oknum Kades yang menyamar sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lubuk Dendang, dan menyamar sebagai warga masyarakat Desa Lubuk Dendang, padahal informasi yang didapatkan menaratoday.com dari sumber yang dapat dipercaya, oknum yang mengaku sebagai Ketua BPD tersebut adalah seorang Kepala Desa (Kades) Desa Sei Sei Sijenggi, dan beberapa orang yang disebut Ardianto sebagai warga masyarakatnya ternyata Kades Suka Jadi, Misroh dan Kades Deli Muda Hulu, Maida Warda.

Saat menaratoday.com melakukan konfirmasi resmi, Ardianto Kades Lubuk Dendang mengatakan bahwa dua orang yang mendampinginya (laki-laki dan perempuan) adalah warga masyarakat dan BPD desanya, padahal kedua orang itu adalah Kades Sei Sijenggi dan Kades Deli Muda Hulu.

"Cerita sekalian biar masyarakat ku tau, jadi masyarakat ku inikan udah tau semua ceritanya di desa kami ini cemana," kata Ardianto.

Strategi bohong tersebut diduga dilakukan Ardianto Kades Lubuk Dendang bersama oknum Kades-kades lainnya, disinyalir untuk membodohi masyarakat dan publik, untuk melakukan pembelaan dan perlindungan kepada Ardianto, supaya penggunaan dana desa di desa mereka, sama-sama mereka tutup-tutupi, karena mereka tidak berani buka-bukaan soal pengelolaan dan penggunaan dana desa.

Gawatnya lagi, Kades Sei Sijenggi yang mengaku sebagai Ketua BPD Desa Lubuk Dendang didampingi Misroh Kades Suka Jadi, mengatakan bahwa media (pers) tidak punya hak untuk mempertanyakan tentang APBDes, serta pengelolaan dan penggunaan dana desa.

"ijin pak, saya sudah baca chat (pesan konfirmasi) di HP pak kades, jadi Bapak menanyakan APBDes? Bapak darimana ya? Bapak dari media ya? Kupikir bapak dari PMD atau inspektorat pak, Kapasitas Bapak nanya itu apa pak?, kapasitas Bapak kurang pas, Bapak bukan inspektorat bukan PMD tapi bapak nanya, kapasitas Bapak menanyakan itu apa?, ini Deli Muda Hulu juga ditanya APBDes nya, pengawas kami itu BPD, kalau Bapak inspektorat boleh, atau Bapak Bupati sekaligus, kalau Bapak Bupati udah kami buka semua ini, jangan diobok-obok kecamatan ini, Perbaungan jangan diganggu" kata Kades Sei Sijenggi yang mengaku sebagai Ketua BPD Desa Lubuk Dendang ini.

"Saya BPD kontrol pak, tiap desa koordinasi kami, aku kalau kepala desa ku diganggu, ah..!," ucap Sutarman , Kades Sei Sijenggi.

"Saya ini melindungi Kades saya, karena kami singkron" kata Kades Sei Jenggi yang mengaku BPD ini sambil mengatakan kalau dirinya melindungi Ardianto Kades Lubuk Dendang.

Terkait hal itu, menaratoday.com mencoba konfirmasi dan meminta tanggapan kepada Camat Perbaungan, Edy Syahputra, Jumat (5/7/2024) sekitar Pukul 08:42 WIB, tapi hingga berita ini ditulis Camat Perbaungan belum memberikan tanggapan.(Irlan Jaya Situmorang).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama