Penggunaan Dana Desa Diduga Ada Penyimpangan, Ardianto Kades Lubuk Dendang dan BPD Seolah "Kebakaran Jenggot" Saat Dikonfirmasi

Ardianto, Kepala Desa (Kades) Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, Sergai.(Foto dikutip dari akun Facebook Ardianto Nasution)

Menaratoday.com - Serdang Bedagai :

Ardianto, Kepala Desa (Kades) Desa Lubuk Dendang dan Oknum yang mengaku sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diduga keberatan dan seolah "kebakaran jenggot" saat menaratoday.com konfirmasi terkait Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) serta pengelolaan dan penggunaan dana desa, di Kantor Desa Lubuk Dendang, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara, Kamis (4/7/2024).

Kejadian bermula saat menaratoday.com beberapa kali konfirmasi terkait penggunaan dana desa kepada Ardianto selaku Kades Lubuk Dendang.

Oknum yang mengaku BPD dan tidak mau menyebutkan namanya.

Ardianto tidak menjawab walaupun dikonfirmasi berulangkali, dan mengarahkan agar wartawan datang langsung ke kantor desa.

"Silah kan Bpk dtg kekantor desa sy tunggu jam 9 . 00 wib besok kamis tgl 4 Juli klu mw konfirmasi. Tksh. Wslm." balas Ardianto.

Wanita yang mengaku sebagai masyarakat Desa Deli Muda Hulu.

Saat menaratoday.com bertanya apakah Ardianto tidak bisa menjelaskan dan menjawab konfirmasi melalui telepon ataupun pesan WhatsApp (WA), 

Ardianto Kades Lubuk Dendang mengatakan bahwa konfirmasi tidak bisa dijawab melalui Handphone (HP) ataupun WA.

"Ngak bisa kalau melalui HP atu WA Karena bapak komprisi yg jelas harus datang besok sya tunggu di kantor saya Terimakasih," katanya lagi 

Padahal konfirmasi dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung, seperti melalui sambungan telepon ataupun berbalas melalui pesan WhatsApp.

Agar pemberitaan berimbang, menaratoday.com mengikuti permintaan Ardianto agar konfirmasi dilakukan di Kantor Desa Lubuk Dendang.

Tapi ternyata, Ardianto Kades Lubuk Dendang diduga sudah menyiapkan strategi untuk mengumpulkan beberapa Kades dan Oknum yang mengaku sebagai Ketua BPD Desa Lubuk Dendang, diduga untuk melakukan pembelaan supaya penggunaan dana desa sama-sama mereka tutup-tutupi.

Dengan nada tinggi dan terkesan arogan, oknum yang mengaku Ketua BPD ini keberatan jika wartawan mempertanyakan APBDes dan penggunaan dana desa, oknum BPD ini bersama Kades Lubuk Dendang seolah "kebakaran jenggot" terkesan risih jika wartawan konfirmasi soal dana desa.

Bahkan terang-terangan Ardianto Kades Lubuk Dendang mengelola dana desa secara "tertutup".

"Kami pun gak pala kami papar-paparkan (penggunaan dana desa) di desa kami pak" katanya seolah pendapat nya yang tidak transparan dalam mengelola uang negara itu sudah benar sesuai aturan yang berlaku.

Diduga Ardianto Kades Lubuk Dendang dan Ketua BPD Lubuk Dendang serta beberapa Oknum Kades takut dikonfirmasi dan sengaja tidak berani buka-bukaan soal penggunaan dana desa.

Sehingga oknum BPD ini mengatakan bahwa media (pers) tidak punya hak untuk mempertanyakan APBDes juga pengelolaan dan penggunaan dana desa.

"Bapak Situmorang ya?, Bapak menanya?, Bapak darimana?, dari media ya?, oh dari media.. Kupikir dari inspektorat atau PMD. Kapasitas Bapak nanya itu untuk apa pak?, Bapak bukan inspektorat, bukan PMD, Bapak gak punya kapasitas, Bapak tanya aja ke inspektorat," kata oknum BPD ini yang tidak berani menyebutkan namanya saat ditanyai menaratoday.com.

Saat menaratoday menjelaskan bahwa media ataupun wartawan (pers) sebagai sosial kontrol mempunyai hak untuk konfirmasi terkait penggunaan uang negara, tapi oknum BPD ini ngotot mengatakan wartawan tidak punya kapasitas bertanya soal dana desa. Diduga oknum BPD ini tidak layak menjadi BPD karena tidak mengetahui soal peraturan yang ada.

Agar tidak menggangu konfirmasi dan menghindari perdebatan, menaratoday.com akhirnya bergegas pergi dan tidak mendapat informasi apapun , karena Aridanto menolak dikonfirmasi soal dana desa.

Setelah tim menaratoday.com meninggalkan kantor desa, Ardianto Kades Lubuk Dendang meminta maaf atas peristiwa yang terjadi.

"Atas nama masarakat saya mohon maaf seandai kata kata masyarakat menyinggung bapak

Kalau saya di suruh ngasi yg bapak masut (APBDes) saya maaf ngak nasih" balas Ardianto melalui pesan WA menjelaskan tidak akan memberikan informasi terkait anggaran dana desa kepada wartawan.(Irlan Jaya Situmorang)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama