Mahasiswi Unimed Yang Ditemukan Tewas Di Kamar Kos Di Medan Tembung, Anak Anggota DPRD Kota Tebing Tinggi

MenaraToday.Com - Medan :

Jenazah wanita yang ditemukan tewas tanpa busana di kamar kos kosan Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung berinisial MA br Naibaho (23) merupakan seorang mahasiswi semester akhir di Universitas Negeri Medan dan anak dari anggota DPRD Kota Tebing Tinggi

Terdapat beberapa pertanyaan penyebab Kematian mahasiswi cantik ini, sebab pihak kepolisian masih belum mengeluarkan keterangan resmi hasil penyelidikan penyebab kematian korban.

Namun menurut keterangan salah seorang anggota keluarga di RS Bhayangkara TK I Medan menjelaskan terdapat sejumlah luka memar di bagian bawah ketiak kiri, lutut dan organ vital korban mengalami pendarahan 

"Kami menilai ada kejanggalan dalam kasus kematian adik kami ini, pasalnya selain terdapat tanda tanda kekerasan, kami juga menemukan Handphone milik korban dalam keadaan rusak Terbelah selain itu terdapat bercak darah di kamar mandi" ujar Abang kandung korban yang menyebutkan akan membuat laporan resmi ke pihak kepolisian  Jumat (13/3/2026)

Sementara itu ayah kandung korban yang merupakan anggota DPRD Kota Tebing Tinggi berinisial MN menyebutkan pihak keluarga telah membuat laporan resmi kepada polisi 

"Laporan yang kami buat adalah untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian anak saya, sebab kami ingin mendapatkan kejelasan terkait kematian anak saya mengingat anak saya ini ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya, dari itu kami meminta pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut" ujarnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, korban ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Rela, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan pada Kamis (12/3/2026) malam.

Ayah korban juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelum ditemukan meninggal, putrinya sempat mengirim pesan kepada ibunya. Dalam pesan tersebut, korban mengaku sedang mengalami sakit kepala hingga suaranya hilang.

Namun ia tidak menjelaskan secara rinci apakah pesan tersebut dikirim karena korban tidak mengangkat telepon ibunya atau hanya untuk memberitahukan kondisi kesehatannya saat itu. Ia juga menyebut selama ini anaknya tidak memiliki riwayat penyakit serius. (Madhan)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama