MenaraToday.Com - Pandeglang ;
Dugaan pelecehan seksual yang disebut terjadi di ruang rawat inap Puskesmas Saketi, Kabupaten Pandeglang, menjadi perhatian masyarakat. Kasus yang informasinya beredar di sejumlah grup WhatsApp itu memicu desakan agar aparat penegak hukum (APH) melakukan penyelidikan secara menyeluruh apabila ditemukan unsur tindak pidana.
Salah seorang warga Saketi, Eka Supriatna, mengaku prihatin atas informasi yang beredar terkait dugaan pelecehan seksual di Puskesmas Saketi. Ia berharap kasus tersebut ditangani secara profesional dan transparan.
"Kalau memang benar kejadiannya, saya sebagai warga Saketi sangat menyesalkan dan mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini," kata Eka Supriatna. Selasa (22/7/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima warga, terduga pelaku disebut merupakan anggota keluarga dari pasien lain yang berada di ruang rawat inap.
Sementara itu, korban dikabarkan menyatakan bahwa apabila terduga pelaku mengakui perbuatannya, penyelesaian dapat ditempuh melalui musyawarah atau perdamaian. Namun, apabila tidak ada pengakuan, korban berencana melanjutkan perkara tersebut ke jalur hukum.
Menurut Eka, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Puskesmas Saketi agar meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di ruang rawat inap.
Ia menilai akses keluar-masuk ruang perawatan perlu diperketat sehingga hanya pasien, keluarga yang berkepentingan, serta petugas yang diperbolehkan berada di area tersebut. Langkah itu dinilai penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pasien sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Eka juga menyampaikan, apabila tidak tercapai penyelesaian secara damai dan ditemukan unsur pidana, maka dugaan pelecehan seksual di Puskesmas Saketi dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Puskesmas Saketi maupun kepolisian terkait kronologi serta perkembangan penanganan dugaan kasus tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
Sebelumnya diberitakan, seorang pasien rawat inap di Puskesmas Saketi, Kabupaten Pandeglang, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria yang hingga kini belum diketahui identitas maupun statusnya. Dugaan pelecehan seksual tersebut menjadi perhatian publik setelah keluarga korban mengungkap kronologi kejadian melalui media sosial. Senin (20/7/2026).
Berdasarkan keterangan keluarga, peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/7/2026) dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban tengah menjalani perawatan akibat penyakit tifus (tipes) di ruang rawat inap Puskesmas Saketi.
Menurut keluarga, korban sedang beristirahat, sementara ibunya juga tertidur di ruangan yang sama. Korban kemudian terbangun karena merasakan ada seseorang yang diduga meraba tubuhnya dan berusaha membuka celananya.
Korban sontak berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membangunkan ibunya yang kemudian mengejar pria yang diduga sebagai pelaku hingga keluar dari ruang perawatan. Namun, terduga pelaku berhasil melarikan diri.
"Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Anak kami masih menjalani perawatan, tetapi justru mengalami peristiwa yang membuatnya trauma. Sampai sekarang kondisi psikologisnya masih terguncang," ujar pihak keluarga.
Akibat kejadian itu, korban disebut mengalami trauma dan masih membutuhkan pendampingan dari keluarga. (ILA)
