MenaraToday.Com - Asahan :
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Royal Kisaran melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan pemahaman keagamaan di era modern.
Kegiatan yang diketuai oleh Dewi Maharani dan beranggotakan Dewi Anggraeni dan Mahasiswa Universitas Royal Arninda Sekarsari Siregar ini mengusung tema edukasi literasi digital Al-Qur’an berbasis WEB untuk penguatan pengetahuan dan sikap spiritual.
Program yang secara khusus ini ditargetkan untuk membantu jamaah Perwiritan Ibu-ibu Pondok PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk Tanjung Raja Estate 2.
Ketua Tim Pelaksana menyatakan bahwa program ini dirancang sebagai respons terhadap hambatan literasi digital yang dihadapi oleh kelompok majelis taklim di tingkat akar rumput.
“Selama ini, jamaah masih sangat bergantung pada ceramah lisan sebagai satu-satunya sumber ilmu, sehingga memiliki keterbatasan dalam mencari referensi tafsir atau solusi hukum Islam secara mandiri,” ujarnya.
Berdasarkan analisis situasi di lapangan, permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses terhadap rujukan keislaman yang tepercaya. Tanpa adanya intervensi, kondisi ini berisiko membuat jamaah terpapar oleh informasi keagamaan yang tidak valid atau hoaks yang bertebaran di media digital.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim pengabdian memberikan solusi terpadu melalui pemanfaatan sistem informasi keislaman berbasis web, yaitu portal Al-Wa’ie. Solusi yang diterapkan mencakup dua bidang utama:
Tim ini memperkenalkan portal Al-Wa’ie sebagai platform digital yang menyediakan solusi islami komprehensif dan tafsir Al-Qur'an yang mudah dipahami. Jamaah dilatih secara teknis agar mampu mengakses informasi keagamaan secara mandiri.
Selain pelatihan teknologi, tim mengintegrasikan bimbingan spiritual dengan mengajarkan prinsip *tabayyun* (verifikasi). Hal ini bertujuan agar jamaah kritis dalam mengevaluasi kebenaran konten keagamaan di media sosial demi menjaga keteguhan sikap spiritual mereka.
Program ini terbukti efektif dalam menjembatani celah antara perkembangan teknologi dan kebutuhan spiritual masyarakat pedesaan. Melalui pendekatan Tafaqquh Fiddin (Pendalaman Ilmu Agama) secara mandiri, jamaah didorong untuk menjadi komunitas yang lebih berpengetahuan dan teguh secara spiritual.
Kegiatan yang dilaksanakan melalui metode pendampingan teknis dan pelatihan intensif ini berhasil mencapai luaran yang konkret. Berdasarkan teknik wawancara yang dilakukan setelah acara, tingkat keberhasilan kecakapan digital peserta dalam mengakses informasi keagamaan secara mandiri berhasil mencapai 70%. (""")
