MenaraToday.Com - Pandeglang :
Karnaval Taman Kanak-Kanak (TK) dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 di Labuan, Kabupaten Pandeglang, berlangsung meriah, Senin (10/8/2026). Sekitar 30 Taman Kanak-kanak (TK) ambil bagian dengan menampilkan beragam kreativitas, mulai dari busana Batik Baduy, pakaian adat Nusantara, Polisi Cilik (Pocil), TNI, hingga kostum berbentuk bunga matahari.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini digelar untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengenalkan nilai persatuan dan keberagaman kepada anak-anak sejak usia dini.
Puluhan peserta tampil dengan berbagai kostum dan kreasi. Busana bernuansa Batik Baduy menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian masyarakat. Selain itu, peserta juga mengenakan pakaian adat, kostum Polisi Cilik, seragam TNI, hingga kostum kreatif seperti bunga matahari.
Beragam penampilan tersebut menjadi gambaran semangat Bhinneka Tunggal Ika yang ingin ditanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan karnaval.
Koordinator Karnaval TK, Aat Supriatna, S.Pd., mengatakan sebanyak 30 TK mengikuti karnaval HUT RI ke-81 di Labuan. Menurutnya, panitia tidak memberikan aturan khusus terkait busana yang dikenakan peserta.
“Kami bebaskan, yang penting menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika. Mau pakai baju polisi, princes, pakaian Nusantara atau baju karakter juga silakan, yang penting Bhinneka Tunggal Ika,” kata Aat.
Menurut Aat, keberagaman kostum dan kreativitas peserta diharapkan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal persatuan dan keberagaman Indonesia.
Seluruh TK yang mengikuti kegiatan tersebut mendapatkan apresiasi berupa piala. Meski demikian, panitia tetap melakukan penilaian terhadap sejumlah aspek, seperti kreativitas, warna, dan keunikan penampilan.
“Ini bukan ajang lomba, tetapi karnaval untuk memeriahkan. Semua TK mendapatkan piala. Namun, tetap ada penilaian khusus bagi TK yang menampilkan sesuatu yang lebih berwarna dan memiliki keunikan,” ujarnya.
Aat menjelaskan, pelaksanaan karnaval tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari sisi rute yang digunakan.
“Jika sebelumnya peserta karnaval berjalan dari Masjid Agung menuju Koperasi Hikmah, tahun ini rute diubah berdasarkan arahan pihak kepolisian,” jelasnya.
Perubahan rute tersebut dilakukan untuk mengurangi kemacetan sekaligus menyesuaikan pengaturan arus lalu lintas di wilayah Labuan. Namun, perubahan itu belum sepenuhnya menghindarkan kawasan tersebut dari kepadatan kendaraan.
Sejumlah ruas jalan, terutama di kawasan pertigaan, tetap mengalami kemacetan. Kondisi tersebut bahkan membuat arus kendaraan dari arah Tarogong menuju Labuan maupun sebaliknya mengular.
“Kemacetan tadi luar biasa. Baru beberapa menit saja, dari arah Tarogong ke Labuan dan sebaliknya sudah mengular. Menurut saya lebih aman kalau lokasinya di Masjid Agung,” ujar Aat.
Panitia berharap rute karnaval pada tahun berikutnya dapat kembali digelar di kawasan Masjid Agung karena dinilai lebih aman dan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas.
Panitia lainnya, Jupri, S.Pd., mengatakan keputusan memberikan piala kepada seluruh peserta merupakan hasil masukan dari para guru.
Menurut Jupri, sejumlah guru sebelumnya mempertanyakan sistem penilaian karena dikhawatirkan membuat sebagian peserta sulit mendapatkan penghargaan.
“Sejumlah guru sempat mempertanyakan kriteria penilaian dalam kegiatan karnaval TK yang dinilai berpotensi membuat peserta sulit meraih juara,” kata Jupri.
Masukan tersebut kemudian dibahas dalam forum yang melibatkan perwakilan peserta dan pihak terkait. Hasilnya, seluruh 30 TK yang mengikuti karnaval tahun ini mendapatkan piala.
Mengingat seluruh peserta masih berusia dini, panitia mewajibkan orang tua untuk mendampingi anak selama kegiatan berlangsung.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak selama mengikuti rangkaian Karnaval HUT RI ke-81 di Labuan Pandeglang.
Panitia juga memastikan anak-anak TK tidak akan dilibatkan kembali dalam kegiatan pada 17 Agustus mendatang. Keputusan tersebut mempertimbangkan usia peserta yang masih terlalu kecil serta potensi risiko selama mengikuti kegiatan.
“Untuk tanggal 17, mereka tidak dilibatkan, cukup sekali ini saja karena mengingat usianya masih terlalu kecil. Kami khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Jupri.
Karnaval HUT RI ke-81 di Labuan Pandeglang digelar secara gratis. Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk mengenal keberagaman, persatuan, serta arti kemerdekaan sejak usia dini.
“Harapan kami, anak-anak yang ikut kegiatan ini tahu apa arti kemerdekaan,” pungkasnya.
Salah satu orang tua murid, Dewi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan karnaval TK. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari para peserta maupun orang tua murid.
Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dari sekolah masing-masing mendapatkan piala sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah mengadakan karnaval TK ini. Kami sebagai orang tua sangat mengapresiasi kegiatan yang telah diselenggarakan. Anak-anak tentu merasa senang dan bangga karena seluruh peserta mendapatkan piala,” ungkap Dewi, salah satu orang tua murid.
Ia berharap kegiatan karnaval TK dapat kembali digelar pada tahun mendatang dengan suasana yang lebih meriah, menarik, dan penuh kebersamaan.
“Semoga tahun depan acaranya bisa lebih meriah lagi dan semakin sukses,” harapnya. (ILA)
