Sebelum Ditemukan Tewas, Istri Almarhum Jamaluddin Mengaku Sempat Mendapatkan Teror Dari OTK


MenaraToday.Com - Medan :

Kematian Hakim yang juga Humas di PN Medan masih diselimuti misteri.  Meskipun Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto sudah menyebutkan bahwa pelaku pembunuhan Hakim ini diduga adalah orang dekat dengan korban, namun sampai saat ini Polisi masih mendalami kasus kematian Hakim Jamaluddin yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado hitam Nopol BK 77 HD mililnya di dalam jurang di areal kebun sawit warga di Dusun II ,Namo Rambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Jumat (29/11/2019) yang lalu.


Ada suatu petunjuk terkait kasus ini,  dimana keluarga korban mengaku sebelum korban di temukan tewas, pihak keluarga sempat mendapatkan teror dari OTK.

Hal ini diungkapkan istri korban,  Zuraida Hanum (42) kepada sejumlah wartawan,  Selasa (2/12/2019) pagi. 

"Sekitar 3 pekan yang lalu kita mendapatkan teror dari OTK yakni sekira pukul 07.00 Wib pagar depan rumah ditabrak sebuah mobil hingga rusak, namun penabrak itu tidak diketahui, dimana saat itu suami dan anak-anak masih dirumah dan sempat membuat para tetangga heboh, meskipun hal tersebut tidak ada kaitannya dengan peristiwa ini namun kami menilai hal tersebut tidak wajar " ujar istri Almarhum.

Zuraida Hanum mengaku sedikitpun tidak ada merasakan firasat akan di tinggalkan suaminya untuk selama-lamanya dengan kondisi yang tidak wajar. 

"Sebelum ditemukan tewas,  suami saya sempat pamit ke Bandara sekira pukul 05.00 Subuh dan semua perlengkapan seperti baju,  sepatu serta perlengkapan kantor sudah disiapkan di dalam mobil dan saya sempat menawarkan diri untuk ikut ke Bandara,  tapi suami saya menolak karena alasan sudah pagi" ujar Zuraida.

Istri Almarhum juga menyebutkan bahwa sebelum berangkat,  almarhum sempat mengatakan akan langsung masuk kantor.

"Dia bilang setelah menjemput tamunya di Bandara,  ia langsung masuk kantor dan saat saya tanya siapa tamunya, Almarhum tidak sempat mengatakannya sebab selama ini almarhum sering pulang malam bahkan terkadang sampai subuh daan sedikitpun saya tidak pernah merasa xuriga" jelasnya seraya meminta agar pihak Kepolisian agar dapat memgungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunha.  

"Saya mendoakan agar pelaku cepat ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya" jelas Zuraida.  (Nunk/Rls)


Lebih baru Lebih lama