MenaraToday.Com - Tanjabbarat :
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk batubara dan sebuah mobil minibus terjadi di Jalan Lintas Timur, tepatnya di Km 91 Desa Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Insiden tragis ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kecelakaan bermula saat sebuah truk tronton bermuatan batubara dengan nomor polisi BM 9055 FO yang berasal dari tambang di Kabupaten Tebo melintas menuju pelabuhan pembongkaran di Pematang Tembesu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Truk tersebut diketahui melintasi jalur WKS Km 73 sebelum menuju lokasi tujuan.
Diduga saat melintasi jalan menurun, pengemudi truk tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Akibatnya, truk menabrak mobil pribadi jenis minibus yang berada di depannya dan kemudian terguling hingga menimpa kendaraan tersebut.
Pada saat kejadian, mobil minibus diketahui sedang berhenti karena adanya pengerjaan perbaikan jalan di lokasi tersebut. Benturan keras membuat mobil pribadi itu ringsek parah dan tertimpa material batubara yang tumpah dari truk.
Warga sekitar bersama petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan proses evakuasi. Arus lalu lintas di jalur tersebut sempat mengalami kemacetan panjang karena badan truk dan material batubara menutup sebagian badan jalan. Namun setelah proses evakuasi dilakukan, arus kendaraan kembali normal.
Dua orang yang berada di dalam mobil minibus sempat terjepit di dalam kendaraan akibat tertimpa muatan batubara. Keduanya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Namun nahas, satu dari korban yang berjenis kelamin laki-laki dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Merlung AKP Agung Heru Wibowo, SH, MH melalui personel BKO Satlantas saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3/2026) membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi truk tidak mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi jalan menurun.
"Mobil batubara pada saat jalan menurun, pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak mobil yang berada di depannya. Saat itu kendaraan di depan sedang berhenti karena ada pengerjaan perbaikan jalan. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka,” jelasnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa sopir truk dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
Peristiwa ini kembali menjadi sorotan masyarakat terkait tingginya aktivitas angkutan batubara yang melintas di jalan umum dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya apabila tidak diawasi secara ketat. (Arifin)
