-->
Call Center0821-6669-1169
Admin IT0821-6787-4402

Bupati Malang Penjarakan Aktivis Usai Dikritik Lewat 'Meme'



MenaraToday.Com - Malang :

Sejumlah Aktivis Malang Raya mulai dari  Aktivis Kemanusiaan MCC, Aktivis Kepemudaan serta Aktivis ProDesa, dikagetkan kabar penangkapan tersangka kasus UU ITE, M. Syafril. Mereka mengaku prihatin terhadap Syafril yang dilaporkan Bupati Malang akibat mengkritiknya melalui 'Meme'.

M. Syafril atau yang biasa kerap dikenal Caping ditahan Polres Malang pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus UU ITE (mengkritik dengan membuat meme atas ucapan Bupati Malang pada bulan Juni lalu).

M. Syafril alias Caping, aktivis pengkritik Bupati Malang melalui Meme yang dipenjarakan

Mendapati kabar tersebut, aktivis budaya Kota Malang Wahyu Eko Setiawan mengaku sangat menyayangkan sikap Bupati Malang HM Sanusi yang telah melaporkan Caping akibat mengkritik kebijakannya yang dinilai keliru.

"Kami kira tindakan pelaporan terhadap Caping ini sangat tidak bijaksana, karena sebagai pemimpin pastilah membutuhkan kritikan agar dalam kepemimpinannya dapat berjalan pada jalur yang benar," ujar Wahyu kepada awak media di Pujasera Kota Malang, Selasa (29/9/2020) malam.

Menurut pria yang kerap disapa WES ini, tindakan yang dilakukan oleh Caping dalam mengeluarkan idealismenya melalui 'Meme' untuk mengkritiki kebijakan pemimpin daerah yang dinilai kurang benar tersebut justru wajib dilakukan, selama tidak menyimpang norma atau nilai-nilai yang berlaku.

"Kan wajar ketika aktivis memberikan kritikan baik itu melalui tulisan, pernyataan sikap atau melalui meme, bilamana mendapati tindakan atau kebijakan seorang Bupati yang dirasa salah. Yah kalau tidak mau dikritik ya jangan jadi Bupati dong!," pungkasnya.

Dengan adanya kejadian ini, para aktifis Malang Raya juga berharap agar kedepan UU ITE tidak dijadikan alat untuk membungkam para aktivis yang mengkritik para pemimpin daerah.

Tidak hanya itu, WES juga menegaskan jika apa yang dilakukannya saat ini dan selanjutnya, Ia bersama aktivis Malang Raya mengklaim murni pemberian dukungan terhadap Syafril atau Caping. Sehingga jelas, tidak ada hubungan dengan kontestasi Pilkada Kabupaten Malang. 

"Perlu kami garis bawahi, apa yang kita lakukan malam ini dan kedepan, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kontestasi Pilkada. Dan sebagai wujud kepedulian kami terhadap Caping, besok kita semua akan mengajukan permohonan penangguhan kepada bapak Kapolres Malang," tutupnya. (Sofyan/Yasin)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !