Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Anggaran Habis Dipinjam Perangkat Desa, Bumdes Malangnengah Mati Suri

 

Gambar: Ilustrasi

Menaratoday.com PANDEGLANG-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Bersama di Kp. Sukapura Desa Malang nengah Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang, banten, sejak dibangun pada tahun 2017 hingga kini tak kunjung digunakan, padahal pembangunan gedung Bumdes dianggarkan melalui dana desa (DD), dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian warga.


"BUMDes ini sudah ada sejak tahun 2017 tapi tak pernah digunakan oleh pihak pengurus maupun anggota, paling dipakai pertemuan warga masyarakat dengan Bank Emok," ungkap Dadang Ketua RT 04/02 Desa Malangnengah, Jumat (25/06/21).


Dadang mengatakan, Sebagai warga belum pernah mendapatkan pinjaman ataupun di ikutsertakan dari kegiatan BUMDes," akunya.


Sementara Direktur BUMDes Karya Bersama Rasad mengakui, bahwa saat ini kondisi usaha BUMDes mati suri.


"Kondisi usaha BUMDes Karya Bersama di Desa Malangnengah ini saya sebut Mati Suri, bagaimana tidak sejak dibentuk sekitar empat tahun lalu tidak ada kemajuan apapun," ungkapnya.


Menurut Rasad, bantuan untuk BUMDes dialokasikan dari dana desa tahun 2018, sebesar Rp. 71 juta, dengan rincian dana Rp. 35 juta untuk budi daya ikan lele, jual beli buah kelapa dan jagung, yang kini bangkrut akibat ikan lele banyak yang mati, sedangkan usaha BRILink untuk tarik tunai maupun transfer saat ini menggunakan dana pribadi milik keluarga.


Lanjut Rasad, sebagian lagi dananya  dipinjam oleh  Nurdin yang merupakan Kades Malangnengah sebesar Rp. 23 juta , termasuk Sekdes Malangnengah sebesar Rp. 10 juta," paparnya.


Intinya kata Rasad, hampir semua perangkat desa Malangnengah melakukan pinjaman, tapi selama pinjam dari tahun 2018 hingga sekarang sama sekali mereka tidak pernah membayar untuk Bumdes sehingga saya sebut mati suri," terang Rasad sambil tersenyum. 


Rasad menambahkan, jika saja Kades, Sekdes serta perangkat Desa Malangnengah ada niat baik mengembalikan uang pinjaman tersebut, bukan tidak mungkin BUMDes bisa berkembang meskipun sebagian usaha yang dikelola mengalami kegagalan.


Perlu diketahui, Pemerintah mengucurkan anggaran nyaris Rp. 330 triliun untuk program Dana Desa dalam lima tahun terakhir. Namun, uang sebanyak itu rupanya belum dimanfaatkan optimal, terutama oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).


Dalam rapat terbatas soal Dana Desa di Istana, Jakarta beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan ada 2.188 BUM Desa mangkrak alias terbengkalai alias tidak beroperasi. Ada juga  1.670 BUMDes yang berjalan tapi belum optimal berkontribusi menggerakkan ekonomi desa.


ILA

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !