Kunker Ke Jogja, Puluhan Pegawai Disdukcapil Pandeglang Boyong Seluruh Keluarga, BKD: Kami Tidak Tahu..



MENARATODAY.COM-Kelakuan para ASN di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pandeglang, Banten, sungguh tak layak ditiru. Instansi pelayanan publik itu memboyong para pegawai dan keluarganya untuk berlibur ke Jogjakarta selama empat hari, mirisnya perjalanan itu dilakukan  dihari kerja dengan dalih kunjungan kerja (Kunker).

"puluhan pegawai Disdukcapil Kabupaten Pandeglang, mulai berkumpul di depan Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang sejak pukul 20.00 WIB. Mereka membawa serta sanak keluarganya untuk ikut berlibur. Hingga pukul 20.45 WIB, rombongan masih berkumpul di depan Masjid Agung Ar-Rahman," demikian ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada tim menaratoday.com. Kamis (28/10/21).

Ia menambahkan, perjalanan tersebut dilakukan mulai Kamis 28 Oktober sampai Minggu 31 Oktober 2021. Dan hanya menyisakan sejumlah petugas dikantor Disdukcapil dan Mall Pelayanan Publik (MPP). 

"Kegiatan tersebut dilakukan sampai hari minggu untuk berlibur, Dikantor hanya ada dua, satu untuk jaga, satu lagi untuk menyambut Gubernur (hari ini),” tuturnya.

Salah seorang pekerja Administrasi Kependudukan (Adminduk) Disdukcapil Kabupaten Pandeglang yang namanya minta dirahasiakan membenarkan hal tersebut.

“betul, keluar selama empat hari,” katanya singkat.

Begitu juga dengan salah seorang pegawai Disdukcapil lainnya yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, jika pelayanan Adminduk pada dinas tersebut akan dilayani oleh petugas yang ada.

“Untuk pelayanan, ya mungkin dilayani oleh petugas yang ada. Dan pembuatan dokumen kependudukan, pasti jadinya di hari Senin. Karena kan hampir semua petugas ikut,” ungkapnya.

Sejumlah Pegawai Disdukcapil Pandeglang terlihat berkumpul dihalaman Masjid Agung Ar-rahman Pandeglang. Rabu (26/10/21).


Sementara itu, Kepala BKD Pandeglang Ali Fahmi Sumanta mengaku kaget dan tidak mengetahui rencana kepergian puluhan pegawai Disdukcapil tersebut. 

Kata Ali Fahmi, seharusnya sebelum mereka berangkat, rencana tersebut dikomunikasikan terlebih dahulu untuk mendapat persetujuan pimpinan. 

"kalaupun saya secara OPD sama dengan  Disdukcapil, tapi kan punya pimpinan, komunikasikan dengan pimpinan kira-kira apa manfaatnya dan apa pentingnya,” jelasnya. 

Jikapun, kata Ali Fahmi, rencana ke Jogjakarta sudah direncanakan jauh-jauh hari sebaiknya mereka memilih hari libur, bukan di hari kerja dan tidak harus semua pegawai ikut pergi.

“Saya juga kaget mendengarnya karena tidak ada informasi apapun. Dalam hal ini, kami tidak mengatakan boleh atau tidak, kalaupun mau memanfaatkan, harusnya di luar jam kerja agar tidak mengganggu pelayanan. Disdukcapil ini kan OPD pelayanan, bagaimana kalau misalkan ada orang  yang membutuhkan KTP, datanya tidak valid untuk keperluan kesehatan, gimana?” tanyanya.

Tidak hanya itu, bahkan Ali Fahmi juga tidak habis pikir, dengan kepergian para ASN tersebut ke luar daerah ditengah kondisi keuangan pemda yang sedang sulit seperti sekarang ini, karena masih masa Pandemi Covid-19.

Dan kepergian mereka ke Jogjakarta, lanjut Ali Fahmi, akan menjadi catatan tersendiri di BKD. 

"saya kira begitu. Kalau ini penting silahkan tapi kalau tidak penting hari libur kan bisa, saya kira pimpinan lebih bijak lah sebab kalau penting, masa pimpinan tidak memperbolehkan,” tutupnya. (ila)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama