Jelang Ramadhan BUMDes Carita Bergerak, Dari Timun Suri Hingga Beras Desa

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, denyut ekonomi desa di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, mulai terasa semakin hidup. Di sawah dan kebun, para petani kembali turun tangan, menanam harapan baru bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berupaya menghadirkan kemandirian pangan sekaligus kesejahteraan bagi warga.

Di Desa Sindang Laut, BUMDes setempat kini menambah jenis usaha baru dengan menanam timun suri, buah musiman yang identik dengan menu berbuka puasa. Bagi masyarakat setempat, timun suri bukan sekadar komoditas, tetapi juga simbol rezeki yang datang seiring tibanya Ramadhan.

“Iya, kami mencoba menambah bidang usaha baru karena sebentar lagi bulan puasa, biasanya permintaan timun suri tinggi untuk menu berbuka. Makanya kami gandeng para petani yang bisa diajak kerja sama dalam usaha ini,” ujar Jumni, pengelola BUMDes Sindang Laut, Rabu (28/1/2026).

Penanaman dilakukan di empat titik lahan di wilayah desa. BUMDes memberikan modal awal berupa benih dan biaya perawatan, sementara petani menyediakan tenaga dan lahan, dengan sistem bagi hasil saat panen nanti.

“Tersebar di dua lokasi sebanyak empat titik, dua titik di Kampung Durung dan dua titik lainnya di Kampung Silaban. Kami memberi modal kepada para petani untuk pembelian benih dan juga perawatan selama masa tanam hingga panen nanti,” jelasnya.

Langkah ini melengkapi usaha BUMDes Sindang Laut yang sebelumnya sudah berjalan, seperti penggemukan kambing dan budidaya kacang panjang. Melalui dana ketahanan pangan (Ketapang) tahun 2025, BUMDes mengembangkan 40 ekor kambing (10 di antaranya sudah terjual) serta menanam kacang panjang yang telah berhasil dipanen.

“Semoga timun suri juga bisa berhasil dan panen dengan melimpah,” harap Jumni.

Sementara itu, di Desa Sukarame, BUMDes Pesona Selat Sunda juga tengah membangun fondasi usaha desa yang berkelanjutan. Meski baru dirintis sekitar empat bulan terakhir, geliatnya mulai terasa. Mereka mengembangkan penggemukan kambing serta pertanian padi di lahan seluas tujuh hektare di Kampung Susukan, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.

“Program Ketapang BUMDes dapat dana Rp220 juta dialokasikan untuk usaha penggemukan kambing sebanyak 20 ekor (tiga ekor mati) dan juga padi yang ditanam di lahan seluas tujuh hektare. Insyaallah sebentar lagi, sebelum puasa, akan panen,” tutur Mad Kobar, Direktur BUMDes Pesona Selat Sunda.

Tak berhenti di situ, mereka juga memiliki mimpi besar, memproduksi beras kemasan dengan merek milik desa sendiri. Bagi Mad Kobar, brand desa bukan sekadar label, tetapi kebanggaan dan identitas lokal.

“Karena panen sebentar lagi, kami punya keinginan untuk memproduksi beras sendiri dengan logo BUMDes Pesona Selat Sunda. Jangan Cimanuk saja yang punya brand, Carita juga harus punya,” ujarnya penuh semangat.

Rencananya, beras kemasan tersebut akan dipasarkan secara daring dan langsung kepada warga, perangkat desa, hingga mitra seperti koperasi dan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kemasannya ukuran 25 kilogram, dipasarkan ke siapa saja yang berminat. Bisa kerja sama dengan koperasi, dapur MBG, dan perangkat desa, dengan sistem tempo juga boleh yang penting bayar,” tambahnya.

Di tengah persiapan menyambut Ramadhan, upaya BUMDes di Carita menunjukkan bahwa desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif mengelola potensi lokal. Dari timun suri hingga beras bermerek desa, semua lahir dari kolaborasi, kearifan lokal, dan harapan akan kemandirian ekonomi yang lebih kuat di masa depan. (ILA) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama