THM Menjamur Di Asahan, Pemkab dan APH Di Asahan Diduga Tutup Mata


MenaraToday.Com - Asahan :

Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Asahan khususnya di Kota Kisaran tumbuh subur seperti jamur di musim hujan, namun anehnya pihak Pemerintah Kabupaten Asahan seakan membiarkan lokasi-lokasi THM yang diduga kuat tidak memiliki izin operasional. Bahkan ada beberapa lokasi yang berdiri di lahan eks HGU PT. BSP.

 Ketua Aliansi Mahasiswa Demokrasi Indonesia, Nawawi Tanjung saat berbincang-bincang dengan MenaraToday.Com menyebutkan seharusnya Pemkab Asahan berani dan tegas menertibkan lokasi Tempat Hiburan Malam yang diduga menjadi wadah peredaran dan penyalahgunaan narkoba dan praktek prostitusi 

"Jika kita lihat saat ini, sungguh miris bang, dimana lokasi THM bebas beroperasi setiap malam dengan musik DJ super keras dan diduga keras di lokasi THM yang ada saat ini menjual alkohol dan beroperasi hingga pagi" ujar Nawawi.

Lebih lanjut Nawawi menyebutkan bahwa lokasi THM, seperti Star7, Maves, HIO, Vegas, Tree, Kasih dan masih banyak lokasi lainnya yang berada di kota Kisaran seolah kenal.hukum dan terkesan melanggar peraturan.

"Kalau kita tuntut dari batas operasional jelas telah melanggar Perda belum hal-hal lainnya seperti izin lokasi, izin pariwisata, izin penjualan minuman keras, tapi yang anehnya pihak Pemkab Asahan koq seperti tutup mata dengan semua ini, dulu memang kita akui Bupati Asahan, Rianto sempat menutup lokasi THM yakni Nesbar dan Heaven yang berada di Kecamatan Kisaran Barat, tapi setelah dua THM tersebut tutup malah muncul lagi THM yang baru dengan format yang masih sama" ujarnya.

Lebih tegas Nawawi menyebutkan dengan adanya pembiaran tersebut muncul dugaan Pemkab Asahan mendapatkan setoran dari bos-bos THM yang sampai saat ini masih memutar musik DJ hingga pagi hari.

“Kita lihat Pemerintah Asahan memilih diam tentang keberadaan THM di Asahan, kami meminta Bupati Asahan harus berani berikan sikap tegas terkait keberadaan THM,”beber aktifis mahasiswa Universitas Asahan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa bahwa semenjak pemerintahan Taufik Rianto bukanlah membantu menciptakan Asahan yang kondusif dan religius malah terkesan membiarkan maraknya tempat hiburan malam yang diduga tempat merusak generasi bangsa.

“Pantauan kami dilapangan bahwa lokasi tersebut juga membolehkan anak dibawah umur untuk masuk dan meminum alkohol, sangat disayangkan pemerintah Asahan tutup mata soal ini,”beber Nawawi.

Ia mengatakan akan menggalang masyarakat setempat dan mahasiswa untuk bersuara dan mendesak Bupati agar segera menutup lokasi-lokasi THM di Asahan. (Nn)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama