MenaraToday.Com - Asahan :
Peristiwa pelemparan batu yang dilakukan oleh sekelompok Genk Motor (Gemot) terhadap rumah Ketua DPD WIB Asahan, Muhammad Yunus Damanik menjadi sorotan beberapa tokoh pemuda Asahan.
Meskipun kasus pelemparan batu yang merusak kaca jendela dan kaca mobil Ketua DPD WIB ini telah dilaporkan ke Mapolres Asahan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/387/IV/2026/SPKT/Polres Asahan/ Polda Sumatera Utara tertanggal 26 April 2026 kemarin namun hingga kini, Selasa (28/4/2026) para pelaku yang identitasnya sudah diketahui oleh polisi masih bebas berkeliaran dan belum ditangkap oleh personel Satreskrim Polres Asahan.
Menyikapi lambannya kinerja Polres Asahan dalam menangani masalah Genk Motor ini menuai sorotan sejumlah tokoh pemuda di Asahan, seperti Syaid Muhsyi, Ahmad Qusairi dan Ketua FPPA Asahan, Eri Azmi.
Dalam wawancara singkat Tokoh Pemuda Asahan yang juga ketua Asahan Pers Club, Ahmad Qusairi atau yang akrab disapa dengan Heri Lobe meminta Kapolres Asahan dapat bertindak tegas dengan menangkap para gank motor yang aktivitasnya sangat meresahkan dan menggangu situasi Kamtibmas khususnya di Kota Kisaran.
"Dalam penanganan Gank Motor ini hendaknya Kapolres Asahan harus bertindak tegas dan menangkap serta menahan para pelakunya, jangan hanya karena pelakunya kebanyakan anak di bawah umur, polisi hanya menangkap, mendata lalu melepaskan anak pelaku Gemot ke orang tuanya, sehingga tidak ada efek jera bagi remaja yang tergabung dalam Genk Motor" ujar Heri Lobe, Selasa (28/4/2026)
Sementara itu Ketua Forum Pemuda Pemudi Asahan (FPPA) Eri Azmi menyebutkan agar dalam masalah pelemparan rumah Ketua WIB ini tidak dipandang sebagai peristiwa sepele oleh pihak Kepolisian khususnya satreskrim Polres Asahan, sebab para gank motor ini telah terang-terangan melawan hukum dengan merusak rumah dan mobil warga.
"Kita minta agar Kapolres Asahan jangan takut menindak para Genk Motor. Tangkap dan lakukan proses hukum yang sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, kami butuh tindak tegas bukan hanya pencitraan dengan melakukan patroli blue light kemudian foto-foto terus melalui Humas di publikasi ke media yang tergabung ke group Humas Polres Asahan biar seakan-akan polisi bekerja menjaga Kamtibmas di seputaran kota Kisaran dan sekitarnya namun hasilnya Gemot, Begal serta kejahatan jalanan lainnya masih tetap ada. Dan untuk kasus pelemparan rumah Ketua WIB ini, kami ingin melihat ketegasan AKBP Revi Nurvelani selaku Kapolres Asahan dan AKP Immanuel Simamora selalu Kasat Reskrim untuk menangkap para pelaku" ujarnya.
Terpisah tokoh pemuda Asahan yang juga mantan Ketua Pekat IB Asahan, Syaid Muhsyi menyebutkan dalam penanganan Gank Motor diperlukan aksi nyata bukan hanya pencitraan semata.
"Intinya kami meminta kepada Kapolres Asahan untuk bertanggung jawab dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang berada di wilayah hukumnya, sebab penyerangan rumah Ketua WIB Asahan ini sudah luar biasa dilakukan pada Genk motor saat penghuni rumah sedang tidur dan ini jelas menggangu aktivitas warga, jika hal ini terus dibiarkan atau dalam penanganannya lamban di khawatirkan akan ada kejadian serupa di lain waktu jadi saya sebagai tokoh pemuda Asahan meminta Kapolres Asahan menangkap para pelakunya, sebab sudah beberapa hari dilaporkan belum ada tindakan dari Polres Asahan padahal di surat laporan polisi serta keterangan korban kepada penyidik telah menyebutkan identitas para pelaku. Jadi kenapa hal ini mesti belarut-larut, jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan kepada Polri khususnya Polres Asahan atau masyarakat jenuh dengan lambannya penanganan kasus ini dan masyarakat melakukan hukum rimba terhadap para pelaku". Ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Asahan saat dikonfirmasi wartawan mengaku telah menerima laporan korban dan menyebutkan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan akan menindak tegas pelaku.
"Benar, kita telah menerima laporan pengerusakan rumah warga di Jalan Willem Iskandar, Kelurahan Mutiara, Kecamatan Kisaran Timur dan kita bersama unit Reskrim Polsek Kota Kisaran telah melakukan olah TKP dan masih terus melakukan penyelidikan untuk meringkus para pelaku" ujarnya. (Nn)

