Pelatihan KDMP Di Hotel Mutiara Carita Disorot, Fasilitas Dinilai Tak Sesuai Anggaran

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus mendorong penguatan koperasi desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan menggelar pelatihan bertajuk Manajemen Strategis dan Inkubasi Digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih.

Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi kemitraan strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD), PT Garuda Solusi Kreatif (GSK), serta Yayasan Kemanusiaan Berkelanjutan Indonesia

Pelatihan yang diikuti oleh 339 Desa/Kelurahan  di Kabupaten Pandeglang ini, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial pengurus koperasi sekaligus mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan koperasi desa.

Program tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, serta kebijakan terbaru terkait penggunaan Dana Desa yang mendukung pengembangan koperasi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara PT Garuda Solusi Kreatif dengan Primer Koperasi “Sejahtera” Kabupaten Pandeglang dalam pengembangan ekosistem digital koperasi desa.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan koperasi desa di Pandeglang dapat semakin profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Namun sayang, kegiatan pelatihan yang digelar di Hotel Mutiara Carita, Kabupaten Pandeglang,  justru menuai sorotan dari para peserta. Pasalnya, pelatihan dengan anggaran Dana Desa sebesar Rp14.980.000 tersebut dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang diterima.

Salah satu peserta pelatihan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pelayanan selama kegiatan berlangsung jauh dari harapan. Ia menilai fasilitas penginapan tidak mencerminkan besarnya anggaran yang telah dikeluarkan.

“Kami tidak ada niat menggagalkan kegiatan yang sudah teragenda. Namun, kami berharap pelatihan dengan anggaran cukup besar ini tidak dilakukan secara asal-asalan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kamar yang disediakan sangat tidak memadai. Dalam satu kamar diisi 4 hingga 5 orang, namun hanya tersedia 1 hingga 2 tempat tidur.

“Bayangkan saja, satu kamar diisi banyak orang tapi tempat tidur terbatas. Bahkan handuk pun tidak disediakan. Ini tentu sangat tidak layak,” katanya.

Hal serupa dikatakan peserta lainnya. Ia menyoroti biaya transportasi yang diberikan kepada peserta yang dinilai tidak proporsional.

“Kami hanya menerima uang transport Rp150 ribu. Kalau melihat total anggaran hampir Rp. 15 juta, tentu ini terasa janggal,” ungkapnya.

Meski diwarnai berbagai keluhan, para peserta tetap mengikuti kegiatan dengan serius. Mereka memilih fokus pada materi pelatihan demi peningkatan kapasitas dan pengetahuan untuk pembangunan desa ke depan.

“Kami tetap profesional. Tujuan kami datang untuk belajar, jadi materi tetap kami ikuti dengan baik,” tambah narasumber tersebut.

Ia menuturkan, kegiatan pelatihan dibagi dalam dua sesi. Dimana pada sesi pertama dilaksanakan pada minggu ini selama tiga hari,  sementara sesi kedua akan mulai dilaksanakan pada 4 Mei 2026.

"Dihari ini pelatihan diikuti oleh para ketua koperasi desa merah putih, besok sekretaris, dihari terakhir khusus bendahara, hal yang sama juga diterapkan di pelatihan minggu depan di awal mei nanti, sama tiga hari juga," jelasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan apapun dari pihak manajemen Hotel Mutiara Carita terkait keluhan para peserta. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama