Aktivis Lingkingan Hidup Hadiri Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan Dan Aliran Sungai


MenaraToday.com - Cianjur :

Ratusan aktivis lingkungan hidup mrmghadiri sosialisasi kebijakan pemerintah tentang pencegahan perusakan kawasan hutan di daerah aliran sungai Citarum di gedung KNPI Kabupaten Cianjur, Jum'at (15/2/2019) lalu.

Berbagai materi tentang lingkungan disampaikan oleh tiga narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur dan Sekretaris GRN.

Ditemui di Sekretariatnya Acep Setiadi wakil ketua Gerakan Resik Nusantara (GRN) mengatakan, pihaknya terus mensosialisasikan program-programnya ke tingkat Desa dan sekolah.

"Ya, GRN akan terus menggelorakan kepada relawan-relawan yang ada di Cianjur, mulai dari siswa SMA/sederajat untuk menjadi duta sampah untuk dijadikan sebagai motor penggerak gerakan lingkungan di Cianjur ini," kata Acep Sabtu (16/2).

Lanjutnya, selain itu juga akan mendorong aparatur Pemerintah di level yang paling bawah yaitu Desa, untuk membangun sebuah tatanan lingkungan hidup yang sehat dan  Itu harus dipraktekkan di masyarakat langsung. jadi penyadaran sekaligus pemberdayaan masyarakat akan terwujud, tambahnya.

Adapun upaya yang saat ini dijalankan oleh anggota GRN dalam kegiatan sosialisasinya, memberikan edukasi-edukasi kepada target-target pokok untuk dijadikan sebagai motor di setiap daerah.

"Untuk membangun suatu kawasan ekologis tentang lingkungan ini berbicaranya harus berbicara sopan yang utuh, aturan program yang akan dijalankan ke tingkat desa, sehingga bisa dilaksanakan oleh masyarakat, karena melihat dari para tokoh masyarakat mereka nampak sangat antusias dan saya yakin tokoh toko-toko tersebut akan menjadi pioner penyelamatan lingkungan di daerahnya masing-masing," pungkasnya.

Sementara saat dihubungi melalui telepon seluler Ir. Kemal Amas M.Si Sekretaris Jenderal Direktur KLHK, menyampaikan sinergisitas semua pihak harus dibangun untuk mewujudkan 'Citarum Bersih atau Citarum Harum'. 

"Kegiatan yang sekarang ini adalah pembahasan mengenai program Citarum bersih atau Citarum Harum, itu harus dilakukan oleh semua pemangku kebijakan mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat pun akan melibatkan dirinya untuk terjun langsung," Ucapnya.

Kemal Amas melanjutkan, tujuan dari kegiatan yang dilakukan ini, merupakan sosialisasi penegakan hukum untuk pengamanan lingkungan hidup, dengan penyampaian materi-materi yang disampaikan oleh beberapa narasumber, sehingga masyarakat akan mulai paham tentang bagaimana sikapnya terhadap lingkungan. Seperti misalnya banyak kondisi sungai yang rusak (tercemar) terutama di daerah aliran sungai yang dekat pabrik. Nah, maka dari itu kita sampaikan kepada masyarakat supaya tidak melakukan pencemaran atau hambatan dan gangguan apapun pada aliran sungai, guna kelangsungan hidup berbagai ekosistemnya, paparnya.

"Intinya penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kita siapapun itu, harus sama-sama mempunyai pemikiran dan gerakan yang sama untuk menjaga lingkungan hidup," pungkasnya. (shandi)
Lebih baru Lebih lama