Distribusi Makanan Bergizi Gratis Di Pandeglang Dihentikan Sementara

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini berjalan di sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Pandeglang, khususnya di Kecamatan Patia, untuk sementara dihentikan mulai Selasa, 3 Februari 2026. Penghentian ini bersifat sementara dan dilakukan hingga adanya kejelasan terkait pencairan anggaran program.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Pandeglang Patia Pasirgadung yang berada di bawah naungan Yayasan Ishlaahul Ummah melalui surat resmi yang ditujukan kepada para kepala sekolah penerima manfaat program. Surat tersebut menjadi dasar pemberitahuan kepada seluruh satuan pendidikan agar dapat menyesuaikan pelaksanaan kegiatan sekolah terkait program MBG.

Dalam keterangan resminya, pihak SPPG menjelaskan bahwa penghentian sementara program ini disebabkan oleh kendala administratif dan teknis, khususnya belum turunnya anggaran dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk periode pelaksanaan program yang sedang berjalan. Kondisi ini membuat pihak pelaksana belum dapat melanjutkan distribusi makanan bergizi sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Kami masih menunggu proses pencairan anggaran dari BGN. Oleh karena itu, kami belum dapat memastikan kapan program distribusi MBG dapat dilanjutkan kembali,” demikian bunyi keterangan tertulis yang disampaikan pihak SPPG dalam surat tersebut.

Pihak penyelenggara juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya pihak sekolah, peserta didik, dan orang tua, atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penghentian sementara ini. Mereka berkomitmen untuk segera memberikan pemberitahuan resmi lanjutan begitu dana dari BGN telah cair dan program siap untuk kembali dijalankan.

Hal itu dibenarkan oleh pemilik dapur SPPG Pasir Gadung, Aripin. 

"Betul," jawabnya singkat. 

Program Makanan Bergizi Gratis sendiri selama ini dinilai sangat membantu dalam meningkatkan asupan gizi peserta didik, terutama di wilayah dengan tingkat kerentanan gizi yang cukup tinggi. 

Sejumlah pihak sekolah menyambut positif program ini karena dinilai mampu mendukung konsentrasi belajar siswa, meningkatkan kesehatan, serta meringankan beban orang tua dalam pemenuhan kebutuhan makanan harian anak-anak.

Dengan adanya penghentian sementara ini, pihak sekolah diharapkan dapat melakukan penyesuaian internal sambil menunggu kepastian lanjutan dari penyelenggara program. 

Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan dapat berkoordinasi untuk memastikan program strategis ini dapat kembali berjalan secepatnya demi kepentingan gizi dan kesehatan peserta didik di Kabupaten Pandeglang. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama