MenaraToday.com - Cianjur :
Satu unit rumah tertimbun material longsoran, lima rumah lainnya terancam dan hektaran sawah habis tergerus pergerakan tanah, di Kampung Parigi/Cikupa Rt. 09/03 Desa Puncak Baru, kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat, Rabu (6/3/2019), sekira pukul 17:00 WIB, kemarin sore.
Usut punya usut pergerakan tanah tersebut, diakibat dari intensitas hujan yang tinggi menguyur kawasan itu, sehingga mengakibatkan terjadinya longsor dan pergerakan tanah.
Berdasarkan pantuan awak media dikokasi kejadian Kamis (7/3/2019), warga masih terlihat resah dan kalang kabut, sehingga diperlukan adanya bantuan sesegera mungkin terutama pakaian dan makanan.
Beruntung pihak dari Kecamatan Cidaun yang dibantu para relawan segera datang ke lokasi bencana yang di komandoi langsung oleh Kasi Trantibum untuk menenangkan warga.
Saat dikonfirmasi dilokasi kejadian, kasi Trantibum Kecamatan Cidaun, Eli Suardi membenarkan adanya bencana alam longsor dan pergerakan tanah yang terjadi pada hari Rabu, 6 Maret 2019 sore hari, di kampung Parigi Rt. 09/03 dan di kampung Cikupa Rt. 06/02 Desa Puncakbaru.
"Betul dalam peristiwa itu terdapat satu unit rumah milik bapak Saripudin (50) tertimpa material longsoran, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selain itu masih ada lima rumah yang terancam, yaitu rumah milik Tarsih (79), Harsa (46), Ocim (52), Asep (39), dan Iding (82). Dan tidak hanya itu saja sekurangnya lebih 3 hektar sawah milik Warga yang habis tertimbun material longsoran," kata kasi Trantibum.
Lanjut Eli, kami sudah berkordinasi dengan pihak Desa untuk mengamankan warga, jadi warga yang berada disekitar lokasi di ungsikan ke rumah warga yang posisinya aman.
"Warga sudah kita amankan ke tempat yang aman, kendaraan demikian saat ini warga membutuhkan bantuan berupa makanan dan pakaian," tambahnya.
Diwilayah Cianjur Selatan peristiwa bencana alam seperti itu, kerap kali terjadi. Menyikapi peristiwa kemarin sore, pemerintah setempat sudah melaporkan kejadian itu kepada BPBD Kabupaten Cianjur, dengan harapan agar segera dilakukan penanganan.
Sementara itu salah satu Anggota Relawan Cidaun Sandi Guntara (28), yang turun kelokasi bencana alam mengatakan, listrik disini padam dari kemarin, sehingga evakuasi pun tanpa penerangan pada malam hari.
"Alahamduliah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun hektaran sawah habis, satu rumah tertimbun dan lima rumah lainnya terancam. Untuk saat ini, warga sangat membutuhkan sekali bantuan makanan dan pakaian. Saya meminta kepada pemerintahan baik setempat maupun daerah segera memberikan bantuan yang diperlukan, "ujarnya. (Shandi)
