MenaraToday.Com - Perdagangan :
Komunitas Ngocehin Perda adalah sebuah komunitas yang berdiri sejak 24 Juni 2019 dikota Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.
Komunitas ini sengaja didirikan oleh Rwanda Arif Khi, untuk menjadi media kritik dan edukasi untuk masyarakat perdagangan sehingga dapat membantu peningkatan pola kritis masyarakat, mengajak masyarakat untuk kreatif demi mencapai perubahan, dan memberikan edukasi moral dan akademis bagi masyarakat khususnya perdagangan.
Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, komunitas ini mengadakan acara yang berbeda, yaitu kegiatan "Malam Ngoceh dengan tema Anak Muda Dalam Perjuangan" yang merupakan suatu kegiatan komunikasi dalam bentuk edukasi untuk mencari solusi dari permasalahan-permasalahan dikota Perdagangan. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Sabtu (17/8) sekitar jam 20.00 wib di Barika Cafe Perdagangan. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan dari Rice Band, Standup Comedy Indo Perdagangan, dan tanya jawab dari 7 narasumber. Ketujuh narasumber tersebut merupakan tokoh pemuda dalam kota Perdagangan yang memiliki pola pikir maju dan meraih mimpi dengan kreatifitasnya. Adapun ketujuh tokoh tersebut yaitu Utami Astika Purba, Ahmad Dwi Sakti Hidaya. SE, Andre Gwan, M. Sapta Ramadhani, Iqbal Sitorus, Erwinsyah, dan Rahma Dear Sinaga.
Ahmad Dwi Sakti Hidaya, SE perwakilan salah satu narasumber mengatakan bahwa pentingnya kita para kaum pemuda untuk meningkatkan kreatifitas atau potensi didalam diri kita dan tidak lupa juga harus lebih berhati-hati dalam menanggapi berita-berita hoax yang kerap sekali terjadi.
" Adik-adik remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok-besok hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu. Kalian adalah generasi berbeda.
Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, yang tersambung dengan seluruh sudut dunia. Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan-pekerjaan yang menakjubkan lainnya. Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok-besok giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian. Itulah dunia kalian, Masa depan,
Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka bila saat itu tiba, maka disitulah kita bisa benar-benar bilang : Merdeka!!
Dan perlu saya ingatkan juga, mudah sekali para pemuda sekarang ini untuk terlibat dengan UU ITE, Maka dari itu kita sebagai pemuda harus lebih berhati-hatilah dalam bersosmed, jangan mudah terpancing emosi dengan informasi yang tidak jelas sumbernya, mari kita saring terlebih dahulu sebelum kita share (bagikan), kita lihat apakah informasi tersebut benar-benar akurat, apakah sudah mendapat konfirmasi dari narasumber. Misalnya kalau dalam facebook ada sebuah video yang membuat kita ragu dengan kebenarannya silahkan kita baca dulu komentar-komentarnya, dan kita cari tahu siapa yang bagikannya, atau semacamnya," jelasnya.
Sementara Rwanda Arif Khi selaku founder ngocehin perda dalam acara tersebut turut menyampaikan rasa bersyukurnya atas terlaksananya kegiatan tersebut
"Saya sangat bangga dengan terlaksananya kegiatan ini dan saya berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian nyata dari perubahan kota perdagangan,"harapnya. (Dwi)

