Terpaksa Jadi Pengedar Untuk Hidupi Kelima Anaknya


MenaraToday.Com - Cianjur :

Demi memenuhi kebutuhan hidup, seorang ibu rumah tangga berinisial R (40), rela menjadi seorang kurir sabu. Namun dalam melakoni bisnis haramnya, ia harus berurusan dengan pihak kepolisian. Karena perbuatannya, terancam dijerat Pasal 114 Jo 112 UU 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.

Berdasarkan informasi yang awak media dapat, dari keterangan pihak kepolisian, Kamis (1/8/2019) dalam acara konferensi pers prihal pengungkapan dan peredaran narkoba di wilayah Cianjur. Dalam menjalani bisnis haramnya, R meneruskan bisnis haram almarhum suaminya.

R mengaku, rela melakukan bisnis haramnya, karena faktor ekonomi. Selain tak bersuami, R juga harus menghidupi kelima anaknya. Dan dari situlah, ia nekat menjual barang haram itu.

Yang lebih mengejutkan, R mendapat info pengedar sabu-sabu, dari teman almarhum suaminya yang masih berada di Lapas Cianjur.

Saat penangkapan R tak bisa berkutik sedikit pun, terlebih Satnarkoba sudah mendapati barang bukti jenis sabu-sabu seberat 8 gram, yang sudah dikemas dalam paket kecil (satu gram) siap edar.

Dulu suaminya memang seorang pengedar, tapi sekarang sudah meninggal, dan untuk melakukan bisnis haram ini pun sebetulnya R terpaksa, hanya untuk menghidupi kelima anaknya saja.

Modus operasi yang dilakukannya adalah menempel sabu-sabu ditempat yang sudah disepakati, setelah sebelumnya melakukan komunikasi via telepon dengan pembeli. Yang kemudian hasil dari penjualan sabu itu, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam acara konferensi pers tersebut, Kasatnarkoba AKP Ade Hermawan membenarkan, bahwa R mendapat barang itu, dari teman suaminya yang menghuni Lapas Cianjur.

"Almarhum suaminya dulu memang pengedar sabu juga. Nah ibu R ini mendapat informasi soal sabu ini, dari teman suaminya yang juga seorang pengedar kini menghuni Lapas Cianjur," kata Ade.

Menurut Ade, R mengaku terpaksa melakukan aksinya, menjadi pengedar karena terdesak kebutuhan hidup.

"Ya, motifnya karena ekonomi saja, dia harus menghidupi keluarga sendiri setelah suaminya meninggal dunia," tuturnya. (SN).
Lebih baru Lebih lama