Akibat Kemarau Panjang, Warga Harus Keluarkan Rp. 70 Ribu/Toren Air Bersih




MenaraToday.Com – Cianjur :

Empat Desa di Kecamatan Naringgul masing-masing Desa wangunjaya, Melati, Naringgul dan Desa Megasari masih mengalami kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih dikarenakan musim kemarau panjang yang menerpa wilayah Cianjur Selatan sehingga warga desa tersebut mengharapkan adanya pasokan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan MenaraToday,Com, Selasa (29/10/2019) untuk mendapatkan air bersih warga harus membelinya dari salah seorang pengusaha air setempat.


"Untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, kami terpaksa harus membelinya, kalau hanya sekali dua kali, mungkin gak masalah, ini kan sudah lama musim kemaraunya, kalau dihitung-hitung sudah berapa uang yang keluar untuk membeli air bersih setiap harinya," ujar warga dengan nada sedikit kesal.

Menyikapi hal itu, tentunya warga sangat mengharapkan adanya bantuan air bersih, baik dari pemerintah maupun para  donatur.

Saat ditemui dikediamannya, Kepala Dusun Puncakwangi Jejen (45), mengatakan, selama enam bulan terakhir ini, warga Desa Wangunjaya, sangat mbutuhkan pasokan (suplai) air bersih.

"Memang ada sumber air di Cisinduk, tapi sekarang sudah mulai mengering dan airnya surut. Namun karena tidak ada mata air lainnya, warga pun rela setiap harinya mengantri, bahkan sampai malam, itu pun hanya untuk mendapatkan ari,. Beda halnya dengan warga yang mampu, mereka membelinya ke salah seorang pengusaha, untuk mendapatkan air bersih seharga Rp. 70.000,-/toren berukuran besar (1000 liter)," kata Jejen.

Maka dari itu, Jejen mengharapkan, mudah-mudahan ada perhatian dari pihak pemerintah terkait dengan permasalahan kekeringan ini, khususnya mengenai pengadaan air bersih.

"Air bersih untuk minum dan mandi, sangat dibutuhkan sekali. Saking sulitnya air bersih, bekas mandi dan Cuci tangan itu dipakai kembali sama warga," ujarnya.

Salah seorang warga lainnya, Herman (45), menambahkan, selama musim kemarau ini ini, warga sangat kesulitan mendapatkan air bersih.

"Banyak warga yang hilir mudik mencari air bersih, kalau di desa kami, yang masih bisa dan masih ada sumber airnya hanya di daerah Cigarogol, itu pun gak seperti biasanya. Mungkin, karena musim kemarau panjang, sehingga debit air dari mata air Cigarogol berkurang. Harapan kami, ya semoga pihak Pemkab Cianjur, membantu pasokan air bersih untuk masyarakat di desa kami ini," kata Herman dengan penuh harap. (SN).

Lebih baru Lebih lama