MenaraToday.Com – Simalungun
:
Pembangunan gedung belajar
di SMK Seni dan Budaya yang terletak di Kelurahan Pematang Raya, Kecamatan Raya
Kabupaten Simalungun terindikasi terjadinya pengurangan volume pekerjaan untuk
meraup keuntungan besar oleh rekanan.
Kegiatan yang dikerjakan
oleh CV. Chyntia Putri sebagai pemenang lelang kegiatan tersebut saat ini sudah
masuk dalam tahap pemasangan batu bata dinding, namun dalam pengerjaan awal
kegiatan banyak dugaan melakukan pengurangan lovume kegiatan. Seperti
penggunaan batu Padas yang besar ukuran 40x30 cm untuk mengurangi volume
penggunaan semen + pasir, tidak dibuatnya pasir urug 5 cm dan dipadatkan
sebagai dasar lantai pondasi kegiatan dan pemasangan cakar ayam besi beton
tiang bangunan.
Hal tersebut di jelaskan
Lisbon Siahaan selah satu pemerhati bangunan pemerintah, "itu bangunan
seharusnya membuat pasir urug sebagai dasar, pemasangan cakar ayam besi beton
lebih awal sebelum masuk pembangunan pondasi serta batu Padas pondasi jangan
sebesar itulah" ujarnya.
Namun kegiatan pembangunan
tersebut terkesan dibiarkan oleh dinas pendidikan provinsi Sumatera Utara
melalui cabangnya di pematang Siantar, pasalnya Darwin Purba sebagai kacab
pendidikan Provsu wilayah pematang Siantar - Simalungun tidak menghiraukan saat
di konfirmasi oleh MenaraToday.com melalui sambungan pesan WA miliknya, mulai
penyalah gunaan gedung belajar menjadi gudang bahan material bangunan
sebelumnya dan tidak ada melakukan tindakan sehingga dapat berjalan kegiatan
tersebut sesuai dengan perencanaannya.
Diharapkan Dinas pendidikan
provinsi diharapkan turun langsung mengevaluasi kegiatan tersebut dan Badan
pemeriksaan keuangan (BPK) mengaudit beberapa kegiatan pambangunan gedung
sekolah dibawah Kacab pendidikan Siantar - Simalungun Darwin purba, karena
banyak terindikasi Mark up lainnya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan
lainnya. (R1/red)


