Dalam upaya penyelamatan lingkungan, rehabilitasi hutan dan lahan melalui konservasi tanah dan air serta reboisasi dan penghijauan sudah tidak dapat ditunda lagi, dimana bumi saat ini tengah menghadapi beberapa ancaman global yang serius seperti banjir, erosi, tanah longsor, kekeringan, pemanasan global, rusaknya lingkungan alam, kepunahan dan hilangnya beberapa jenis flora dan fauna, kebakaran lahan dan hutan.
Hal itu disampaikan, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH, pada pidatonya sewaktu penanaman pohon mangrove, Jum'at (10/1/2020) di Pantai Sejarah, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.
Menurut Ikhwan, Banyak dampak positifnya dalam penanaman pohon mangrove, terlihat kawasan hutan yang terpelihara dengan baik dan lahan ditumbuhi pepohonan yang cukup, sehingga akan berfungsi sebagai perlindungan bagi lahan yang lainnya.
Ketua Kelompok Tani Cinta Mangrove Azizi mengatakan dalam penanaman pohon ini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya abrasi. Penanaman pohon mangrove dilakukan di wilayah pesisir Batu Bara, dimana mangrove yang ditanam jenis Rhizophora dan Avicennia
“ Akan ditanam mangrove jenis Rhizophora dan Avicennia seluas 1 hektare di Pantai Perupuk ini,” ucap Azizi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Batu Bara diwakili oleh Asisten I Rusian Heri S.Sos, Asisten II Sahala Nainggolan MM, Ketua DPRD Batu Bara diwakili Khairul Bariyah, Dandim 0208 Asahan diwakili Pabung Mayor Inf. TM Panjaitan, Danyon 126 Kala Cakti Letkol INF Mulyo Junaidi SE, Ketua Pengadilan Kisaran, Kajari Batu Bara, MUI, Kakan Kemenag Batu Bara, Ketua PP MPC Batu Bara. (Dwi)

