-->
Call Center0821-6669-1169
Admin IT0821-6787-4402

Kayuh Anak Kandungnya, Nelayan Ini Berlabuh Di Hotel Prodeo

Keterangan Gambar : Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat mendengar pengakuan tersangka (Foto : Nunk)

MenaraToday.Com – Asahan :

JF (42) warga Dusun II Desa Sei Apung Jaya Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara ini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolres Asahan karena telah menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto di dampingi Wakapolres Kompol Ikhwan dan Kasat Reskrim AKP Adrian Rizky Lubis, Rabu (29/7/2020) menyebutkan peristiwa yang telah merusak kehormatan anak kandungnya ini terjadi di rumahnya sendiri.

“Waktu kita mintai keterangan, korban tidak ingat waktu yang telah merusak kehormatannya, namun korban menyebutkan kejadian tersebut diketahui pada hari Jumat tanggal 24 Juli 2020 sekira pukul 18.00 Wib dan menurut keterangan korban, JF meremas payudara anak korban kemudian menyetubuhi korban” ujar Nugroho.

Lebih lanjut Nugroho menambahkan pelaku nekat melakukan perbuatan keji tersebut karena sudah bercerai dengan isterinya sehingga tersangka melampiaskan nafsunya terhadap korban yang merupakan darah dagingnya sendiri.

“Jadi saat korban membuat laporan ke Polres Asahan, tersangka sudah diamankan oleh perangkat Desa Sei Apung Jaya dan menyerahkan tersangka ke Pos Pelayanan Bagan Asahan. Selanjutnya personil Pos Bagan Asahan membawa tersangka ke Polres Asahan dan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Asahan” terangnya.

Mantan Kapolres Kepulauan Natuna ini juga menyebutkan kepada tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 81 ayat (3) dari UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Pasal 81 ayat (1) dari UU RI tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang pelindungan anak yang berbunyi “ Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 D dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Milyar Rupiah, serta Pasal 81 ayat (1) dari UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang berisi “ dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan maka pidanya ditambah 1/3 dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (Nunk/AP Sinaga)  

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !