Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Sekda: 'Renaksi Tepat Tangani Sampah Desa Teluk, Harus Segera Dibuat'


MenaraToday.Com - Pandeglang :

Untuk menangani sampah di Desa Teluk Kecamatan Labuan, Pemda Pandeglang melakukan rapat pembahasan rencana aksi (Renaksi) penanganan dengan Kementerian Maritim dan Investasi Republik Indonesia melalui zoom meeting, Senin (01/02/2021).

"Memang harus terus berkala bukan hanya sekali dibersihkan, serta harus dukungan dari semua pihak dari mulai masyarakat, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi bahkan Kementerian," ujar Sekda

Pery juga mengatakan, jika sebelumnya pada tahun 2018 pengerukan sampah di Desa teluk pernah dilakukan, dan hasilnya puluhan ton sampah dibuang ke TPA. 

"Pada saat itu Ibu Bupati yang turun langsung bersama jajaran forkopimda, beberapa bulan kemudian sampah menumpuk lagi untuk itu ini harus dibuat program jangka pendek dan jangka panjang,"pungkasnya

Dengan adanya rapat ini, Pery berharap renaksi jangka pendek dan jangka panjang dalam penanganan sampah bisa segera dilakukan. 

"Himbauan jangan buang sampah sembarangan sudah kami galakan ketiap Kecamatan dan Desa, bahkan kami membuat aturan dalam bentuk Perda no 4 tahun 2008 tentang K3, dan perbup no 84 tahun 2016, Kami harap dengan dukungan Kemenko Maritim, permasalahan sampah ini dapat terselesaikan," ujarnya

Sementara Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pengelolaan Sampah Dan limbah Kemenko Maritim dan Investadi Rofi Alhanif mengatakan, dirinya sangat sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Sekda Pandeglang. Bahkan kata Rofi, mitigasi bagaimana sampah ini tidak dibuang ke sungai.

 "Masalah sampah ini sifatnya komplek, tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, semua pihak harus ikut terlibat, kami yakin ini dapat diselesaikan," katanya.

Dikatakan Rofi, masalah sampah ini sebenarnya dapat terjadi dimana saja, dan masalah di Desa Teluk menjadi salah satu contoh bagaimana masalahnya bisa diselesaikan secara bersama. 

"Sesuai arahan pimpinan, kami harus membantu menyelesaikan masalah ini karena akan berdampak kepada ekosistem, lingkungan dan kepada pariwisata," pungkasnya.

Acara zoom meeting juga dihadiri oleh Roy Pardede Ditjen sungai Pantai Kemen PUPR, Perwakilan BWSC3 David Marpaung, Asda Ekbang Indah Dinarsiani. (Ila)


ILA

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !