Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Terkait Pembangunan Ipal Komunal Disidimpuan TA/ 2019 . Ketua KSM: Kami Hanya Sebatas Pajangan


 Menaratoday.com - Sidimpuan

Pembangunan ipal komunal kombinasi MCK pada kawasan padat pemukiman III kelurahan Sidangkal Padangsidimpuan tahun anggaran 2019 dinilai janggal. Sebab, pembangunan tersebut sejak awal perencanaan diduga sudah ada upaya melakukan curang demi mendaptakan keuntungan pribadi. KSM Sejahtera Kelurahan Sidangkal secara administarsi sebagai pelaksana kegiatan yang dilaksanakan secara swakelola. Namun kenyataannya, pekerjaan tersebut diborongkan kepada pihak ketiga dengan modus dimasukkan sebagai bendahara KSM Sejahtera.


Pada saat pembangunan ipal komunal dan MCK, sejumlah warga Kelurahan Sidangkal banyak mempertanyakannya. Termasuk keterlibatan bendahara KSM Sejahtera SB yang bukan merupakan warga setempat. Untuk menentukan siapa saja yang bisa jadi masuk bekerja, semua itu dibawah kendali bendahara. Padahal seharusnya kegiatan tersebut melibatkan masyarakat penerima manfaat.


Ketua KSM Sejahtera Kelurahan Sidangkal Rijal Siregar saat dikonfirmasi (2/3) mengatakan pekerjaan pembangunan ipal komunal dan MCK dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai pekerjaan 582 juta lebih. Namun dalam pelaksanaannya KSM hanya dijadikan pajangan. Segala sesuatu termasuk urusan administrasi bahkan uang dibawah kendali SB, ucapnya.


Ditambahkannya, KSM Sejahtera merupakan badan hukum yang mereka bentuk disalah-satu notaris yang berada di wilayah Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Tujuannya agar mendapatkan bantuan pembangunan ipal komunal kombinasi MCK dari Dinas Perkim Kota Padangsidimpuan. Memang pembangunan ipal komunal kombinasi MCK sesuai aturannya dilaksanakan secara swakelola. Namun karena sangat dibutuhkan, terpaksa masyarakat mengalah hingga rela dijadikan pajangan supaya bangunan tersebut direalisasikan pemerintah Padangsidimpuan, tuturnya.


Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan ipal komunal kombinasi MCK pada kawasan padat pemukiman III kelurahan Sidangkal jaringan perpanjangan (SR) tersebut bersumber dari anggaran DAK Sanitasi 2019 jenis reguler. Sesuai petunjuk pelaksanaanya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara swakelola, namun kenyataannya pekerjaan dikelola dengan cara curang demi mendapatkan keuntungan pribadi.


Hingga berita ini diturunkan, Kadis Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Kota Padangsidimpuan Imbalo Siregar tidak pernah berhasil dijumpai di kantornya.(ucok siregar)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !