Call Center0852-7610-8862
Emailmenaraindonesia123@gmail.com

Video Permintaan Maaf Di Share Tak Utuh, Pemilik Banana Boat Di Carita Tak Terima

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Aksi perampasan sejumlah Banana Boat di Pantai Pasir Putih Carita Kecamatan Carita Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (16/5/2021) berbuntut panjang. 

Tio, salah seorang perwakilan warga carita Agung Sulastyo mengatakan, kejadian berawal ketika sejumlah banana boat tengah membawa penumpang, namun tiba-tiba datang para personil Polairud dengan menggunakan boat yang kemudian membubarkan para pengunjung yang sedang bermain banana boat ditengah laut sembari melakukan perampasan 6 unit banana boat.

"Ini berkaitan dengan instruksi Gubernur tentang penutupan lokasi wisata di Provinsi Banten, kami dukung hal itu hanya saja jangan anarkis merampas banana boat milik kami dengan menariknya hingga ke tengah laut," ujar Tyo.

Tyo menambahkan, kejadian yang berlangsung sekitar jam 15.00 wib tersebut tentu saja menyulut emosi warga yang memang mata pencahariannya mengandalkan ramainya pantai.

"Kejadian perampasan sekitar jam 3 sore, sekitar jam 4 sorenya warga dan pemilik banana boat yang dirampas berkumpul dan akhirnya sepakat melakukan aksi protes terkait perampasan tersebut, kami melakukan aksi didepan pintu gerbang pasir putih hingga masuk ke dalam," imbuhnya

Meski demikian Tyo juga mengakui, memang ada kesalahan yang dilakukan warga ketika melakukan aksi protes dengan melontarkan kata-kata kasar kepada aparat kepolisian yang kala itu tengah mengamankan.

"Kami akui telah melakukan kesalahan ketika aksi, ada beberapa warga yang melontarkan kata an**ng, b**oh dan sebagainya kepada aparat yang ada dilokasi saat kejadian, untuk itu kami meminta maaf," ungkapnya.

Terkait hal itu, Polairud, Jajaran Polsek carita, perwakilan pemilik banana Pantai Karangsari dan pasir putih carita juga warga yang ikut aksi protes melakukan pertemuan guna mengklarifikasi dan menyampaikan permohonan ma'af atas kejadian perampasan tersebut.

"Meski saat ini banana boat yang dirampas telah dikembalikan kepada para pemilik, namun kami masih belum menerima karena pada saat Minggu malam dalam pertemuan, sejumlah Perwakilan Paguyuban Boat yaitu Aris dan Saepul dipanggil oleh Polairud yang tidak diketahui namanya, tujuan pertemuan itu untuk mengklarifikasi kejadian perampasan banana boat oleh Polairud,  pada waktu malam itu polairud meminta ma'af  kepada pemilik banana Boat, namun ada yang mengganjal karena dalam video yang dipublish hanya perwakilan warga saja yakni Saepul dan Haris selaku perwakilan dari Paguyuban yang di share, sementara bagian polairud dan pihak kepolisian tidak ada," ujarnya 

Menurut Tyo, ini seperti menggiring opini masyarakat seolah-olah warga yang arogan dan salah.

"Instruksi gubernur itu kan tujuannya untuk menutup destinasi wisata, bukan merampas penunjang wisata, kenapa cuma banana boat kami yang di rampas, sementara gsrobak tukang bakso dan yang lainnya tidak, ada apa??" Tanya nya

Tyo yang mewakili warga Carita juga para pemilik banana boat berharap kepada Polairud dan jajaran Kepolisian Carita agar bersedia menshare video permohonan ma'af secara utuh sehingga tidak ada kesalah fahaman di masyarakat atas kejadian perampasan kemarin (Ila)

Posting Komentar

Tab #2 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !

Tab #3 Letakkan Judul Kontent disini !

Isikan Kontent Anda disini !