MenaraToday.Com - Mesuji ;
Pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan Desa Labuhan Batin Kecamatan Wayserdang Tahun Anggaran 2021 yang bersumber dari Dana Dak (Dana Alokasi Khusus) Senilai Rp.300juta menuai masalah. Warga mengeluhkan galian untuk pemasangan pipa jaringan distribusi ke saluran rumah warga terlalu dangkal sehingga tampak muncul di permukaan tanah .
"Kami khawatir pipa yang terpasang ngak akan bertahan lama dan bocor ini pasti jadi kendala untuk mengaliri air ke Rumah warga ," ujar Sunarto warga RT 2 RW 1 kepada awak media, Rabu (4/8/2021).
Hal Senada juga dikatakan Wakit yang menyebutkan bahwa semua galian pipa kurang dalam sehingga pipanya keliatan semua.
" Misal kalau ngoret ngoret rumput kan bisa bocor pipanya jadi gmana mau ngalir ke rumah warga yang lain kalau airnya keluar disitu . harapan saya agar pemasangan pipa ini jangan terlalu dangkal agar airnya bisa lancar dan nggak ada kendala,"ujarnya.
Ditempat terpisah Ketua KKM Desa Labuhan Bati, Pujadi ketika dikonfirmasi Awak Media mengatakan dirinya lupa berapa kedalaman galian Pipa tersebut.
" Yang penting kalau waktu turun hujan Pipanya nggak keliatan Mas dan kegiatan perpipaan ini akan di salurkan ke 82 Rumah Warga, kalau perpipaan dan water meter sudah dikondisikan atas arahan Tim Fasilitator Lapangan ke Suplayer Cv. Alfatih. kalau semua bahan ini di inikan suplayer satu itukan susah juga gitu lo ya kalau bisa sebagian material itu kita belanjakan sendiri, sejauh ini kami hanya di kirim bahan material tapi belum dikasih nota kwitansi pembelanjaan barang,"Keluhnya.
Sampai berita ini ditayangkan Tim Fasilitator Lapangan blum dapat dikonfirmasi. (Helmi)

