MenaraToday.Com - Pandeglang :
Sebanyak 396 murid baru untuk tahun ajaran baru 2025/2026 siap ikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) yang bakal dilaksanakan selama 5 hari dengan salah satu kegiatannya yakni menghadirkan 16 demo kegiatan ekstrakurikuler.
Budi Kurniawan, SE, Pembina OSIS SMPN 2 Labuan menjelaskan, dari 396 murid yang berhasil masuk ke SMPN 2 Labuan akan dibagi kedalam 11 ruang kelas dengan jumlah murid sebanyak 36 siswa per kelas.
"Sebetulnya pada saat penerimaan siswa baru dari 396 siswa yang masuk, ada 171 anak yang terpaksa kami tolak dikarenakan tidak bisa baca dan ngaji yang berasal dari wilayah Labuan dan Carita, sehingga kami prioritaskan anak yang grade nilainya masih memadai. Dan ke 396 siswa yang berhasil masuk ini akan dibagi dalam 11 ruang kelas dengan jumlah siswa 36 per kelasnya," jelasnya.
Budi menuturkan, tema tahun ini merujuk juknis dari kementerian dimana anak harus ceria dan guru harus ramah ke siswa, oleh karenanya tadi pagi seluruh guru menyambut siswa baru.
"Selain menyambut para siswa baru, tadi pagi kami juga melaksanakan upacara pembukaan MPLS oleh Bapak kepala sekolah yang mana kegiatannya akan dilakukan selama lima hari kedepan," ujarnya.
Budi menyampaikan, para siswa baru di SMPN 2 Labuan ini akan melaksanakan kegiatan MPLS selama lima hari yang dimulai sejak Senin (14/7/2025).
"MPLS di SMPN 2 Labuan sudah dimulai sejak hari ini hingga jum'at nanti dengan agenda kegiatan diantaranya pembekalan materi, pendidikan karakter, dan demo 16 kegiatan ekstrakurikuler diantaranya Paskibra, OSIS, Pramuka, teather dan masih banyak lagi," ungkapnya.
Lanjut Budi, dalam tahun ajaran baru ini pihak sekolah lebih menekankan pada peningkatan karakter anak agar para siswa ceria dan merasa nyaman berada dilingkungan sekolah.
"Ya intinya gimana caranya agar siswa ini betah dan ceria dalam belajar disekolah, itu aja sih yang lebih ditekankan oleh dinas dan kementerian, nurut lah intinya," ucapnya.
Kepada para orang tua, sambung Budi, semoga bisa bekerjasama dalam mendidik anak-anak dan tidak terlalu membebankan kepada guru.
"Ya intinya kita bisa bekerjasama dengan baik dalam mendidik anak-anak dan jangan terlalu membebankan ke kita karena kita juga tidak memberatkan orang tua gitu ajalah ya intinya mah kita saling ajalah...mengingat kepercayaan masyarakat itu mahal tidak bisa dihitung dengan materi," pungkasnya. (ILA)