Diminta Kosongkan Lahan, Warga Minta "Uang Paku" Dari Pihak SMPN 2 Labuan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Sebanyak 14 unit rumah milik warga kampung Karet Rawayana (Jambangan), Rt/Rw. 017/006, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Juni 2025 sudah diminta untuk mengosongkan lahan oleh pihak sekolah SMPN 2 Labuan, namun hingga kini warga masih saja menempati lahan milik sekolah. Terkait hal ini, sejumlah wargapun mempertanyakan adanya kebijakan dari pihak sekolah, mulai dari "uang paku" (ganti rugi) hingga tempat relokasi. 

Salah satu warga yang enggan disebut namanya menyampaikan, dirinya bersama beberapa warga yang terkena gusuran lainnya meminta pihak sekolah tidak melakukan pengusiran. 

"Yang saya harapkan pihak SMP Tidak mengusir warga di sini karena bingung mau pindah kemana?," ungkapnya kepada tim menaratoday.com. Senin (4/8/2025). 

Ia menyebut, sebagian warga sudah mengosongkan rumahnya dan pindah ke kampung lain. 

"Ada yang sudah pindah, sebagian belum karena beberapa warga bingung harus pindah kemana, buat makan aja susah," ucapnya. 

Meski demikian, Dirinya mengakui, jika lahan yang selama ini ditempati milik SMPN 2 Labuan. Dan berdasarkan hasil musyawarah lahan tersebut akan dibangun kelas baru. 

"Memang tanah punya SMP,  kalau info dari rapat dengan penduduk setempat mau di Bangun ruang kelas, padahal yang saya lihat ruang yang ada di SMP 2 banyak. Setahu saya pemerintah kan lagi efisiensi keuangan dan tidak ada dana yang di keluarkan untuk pembangunan sekolah, tapi pihak  SMPN 2 khususnya kepala sekolah selalu menyuruh warga pindah dengan alasan mau di bangun," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, pihak sekolah sebetulnya sudah memberitahu sejak beberapa tahun yang lalu dan tahun ini harus sudah dikosongkan seluruhnya. 

"Beberapa ada yang sudah puluhan tahun menempati lahan ini, dan warning nya sudah ada sejak 2 tahun yang lalu, dan tahun ini harus sudah kosong semua. Harapan kami sebagai warga,  pihak SMPN 2 Labuan bisa memberikan waktu lagi dan memberikan biaya kompensasi selayaknya jika memang kami harus pindah dan tidak mengusir warga di sini karena bingung mau pindah kemana?," tandasnya. 

Sementara itu, Iwan, Rt/Rw. 017/006 membenarkan perihal perintah pengosongan lahan milik SMPN 2 Labuan. 

"Betul, dari 14 rumah yang tersisa memang ada beberapa warga saya yang mengharapkan adanya ganti rugi dari pihak sekolah minta uang paku lah istilahnya, dan sudah saya sampaikan ke Pak Kepala jawabannya tidak ada," kata Iwan. 

Masih kata Iwan, pada dasarnya warga bersedia untuk mengosongkan lahan, hanya saja mungkin mereka kebingungan karena mata pencaharian yang mayoritas nelayan. 

"Mereka sih sudah bersedia, bahkan semalam juga ada yang sudah beresin barang-barangnya dan ada yang sudah pindah juga penghuni dari tiga rumah, kan tadinya ada 17 sekarang tinggal 14 rumah lagi yang lagi siap-siap untuk pindah, ada yang ke caringin, ke Jambangan dan teluk," ucapnya. 

Menyikapi hal ini, pihak sekolah yang diwakili oleh Harto Sugiharto, Wakil kepala sekolah (Wakasek) Kesiswaan, menjelaskan, bahwa keterkaitan pengosongan lahan tidak semena-mena melainkan sudah sesuai aturan. 

"Kami sejak Juni 2025 sudah menyampaikan bahwa di tahun ini akan dilakukan pembangunan dan warga dipersilahkan untuk mengosongkan lahan tanpa ada kompensasi apapun dari kami, dan saat itu semua warga menyatakan bersedia untuk pindah," terangnya. 

Harto menuturkan, jika warga meminta kebijakan dari pihak sekolah seperti ganti rugi dan sebagainya sekolah dengan tegas menyatakan tidak bisa mengingat tidak ada anggaran untuk itu. 

"Kebetulan kami di tahun ini mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun kelas baru, rehab, lab ICT (lab komputer) yang lengkap sekali dan juga mendirikan stadion mini soccer dengan standar nasional yang dilengkapi jogging track diarea lahan yang saat ini ditempati oleh warga, tak hanya itu ini juga untuk menekan angka anak-anak bolos karena sekarang gak ada tembok pembatasnya kan, maka kami harap warga memahami hal ini karena ini juga demi perkembangan sekolah dan para siswa kedepannya. Kami doakan semoga dengan pindahnya mereka ada rezekinya sehingga bisa punya rumah permanen hak milik sendiri," pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama