MenaraToday.Com - Pandeglang :
Penyaluran Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) dan Buku Tabungan (Butab) sebagai syarat pencairan Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial RI di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (25/8/2025), berlangsung kacau. Ribuan warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) memadati halaman kantor kecamatan hingga menimbulkan ricuh dan desakan.
Dari total 4.499 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Cibaliung, lebih dari 4 ribu orang berbondong-bondong datang sejak pagi hari. Sentralisasi penyaluran di satu titik membuat antrean menumpuk dan sulit dikendalikan. Kekacauan ini bahkan berujung insiden serius.
Seorang ibu hamil bernama Annah, warga Babakan Cibaliung, mengalami kontraksi akibat kelelahan dan stres saat mengantre. Tanpa adanya tim medis di lokasi, Annah hanya mendapat pertolongan seadanya sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas. Beberapa jam kemudian, ia melahirkan dengan selamat.
“Alhamdulillah sekarang sudah melahirkan di Puskesmas,” kata Koordinator PKH Kemensos Cibaliung, Asep Saeful Ma’ruf.
Asep menyebut kericuhan dipicu minimnya koordinasi antara pihak bank penyalur dengan pendamping PKH. Menurutnya, teknis penyaluran seharusnya dirancang jauh sebelum pelaksanaan.
“Koordinasi dengan kami tidak ada. Sejak Jumat saya sudah komunikasi lewat Dinas agar Bank aktif berkoordinasi, tapi hingga hari H tidak ada PIC dari Bank,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengamanan.
“Pengamanan tak cukup hanya aparat luar, tetapi harus melibatkan kepolisian lokal, Koramil, dan yang terpenting adanya tim medis,” tegas Asep.
Selain kasus Annah, Asep mencatat sejumlah warga jatuh sakit hingga pingsan. Bahkan penyaluran di Kecamatan Labuan sempat dihentikan karena kondisi tak kondusif.
Masalah lain juga ditemukan, mulai dari KPM hanya menerima Butab tanpa KKS, KKS salah nama, hingga KKS dan Butab tertukar.
“Penyaluran tahap 2 seharusnya sudah selesai, namun Bank terlambat sehingga tumpang tindih dengan tahap 3. Dengan sistem satu titik, ribuan orang menumpuk. Seharusnya dilakukan per desa agar lebih aman dan manusiawi,” jelas Asep.
Ia berharap pihak bank penyalur bersama instansi terkait segera memperbaiki pola distribusi bantuan.
“Kejadian ini menjadi alarm keras. Jangan sampai masyarakat yang sudah susah malah jadi korban sistem buruk,” tandasnya.
Hal serupa juga dibenarkan oleh kordinator kabupaten (Korkab) PKH Pandeglang, Sulaeman Afandi.
"Iya betul, yang melahirkan di ketahui kontraksi saat dalam antrian pengambilan BUTAB dan KKS di Kecamatan, kemudian di Evakuasi ke Puskesmas, Alhamdulillah Sudah Lahir dengan Selamat," pungkasnya. (ILA)
