Kecewa MBG Tak Dikirim SPPG Labuan Mandiri, Wali Murid SDN 2 Cigondang Usulkan Program Diganti Uang Tunai

MenaraToday.Com - Pandeglang : 

Ratusan orang tua murid SDN 2 Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku kecewa setelah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labuan Mandiri tak kunjung dikirim ke sekolah. Atas kekecewaan tersebut, mereka mengusulkan agar program MBG diganti dalam bentuk uang tunai.

“Jelas kecewa, kami para orang tua sudah senang dapat info anak-anak di sekolah bakal dapat MBG. Bahkan para siswa sudah pada bawa omprengan (alat makan) biar kalau enggak habis bisa dibawa pulang. Ditunggu sampai jam 1 siang, ternyata enggak nongol yang nganterin MBG,” kata Uhan Subhandudin, salah satu orang tua murid, Rabu (27/8/2025).

Menurut Uhan, kejadian tersebut menjadi bukti bahwa pelaksanaan program MBG belum berjalan maksimal. Karena itu, ia bersama orang tua lainnya mengusulkan agar bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai.

“Kalau dikasih uang tunai kan lebih praktis. Belum tentu juga anak-anak doyan dengan menu yang disajikan tiap hari. Contohnya, anak saya biasa sarapan nasi uduk. Kalau dapat menu berbeda di sekolah, bisa saja enggak dimakan dan akhirnya dibuang. Kan mubazir,” ujarnya.

Hal senada disampaikan tenaga pendidik SDN 2 Cigondang, Empik Taufik. Ia membenarkan bahwa seluruh siswa sudah dipersiapkan untuk menerima MBG pada Senin (25/8/2025).

“Jumlah murid di SDN 2 Cigondang ada 383 siswa dari kelas 1 sampai 6. Semua antusias, bahkan banyak yang biasanya jarang masuk sekolah pun hadir. Tapi sampai siang, MBG tidak kunjung datang,” jelasnya.

Sementara itu, Deden, asisten lapangan SPPG Labuan Mandiri, mengakui kesalahan berada di pihaknya. Ia menyebut tidak adanya pengiriman MBG ke SDN 2 Cigondang disebabkan keterbatasan anggaran serta kelalaiannya tidak berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Ini murni kesalahan saya. Seharusnya saya menyampaikan ke pihak sekolah soal tidak dikirimnya MBG, tapi saya lupa. Jadi terjadi salah komunikasi. Saya minta maaf,” ujarnya.

Deden menambahkan, program MBG yang dijalankan SPPG Labuan Mandiri saat ini baru mencakup lima sekolah di Kecamatan Labuan dengan total 3.199 paket setiap hari. Sementara untuk SDN 2 Cigondang, ia belum bisa memastikan kapan pengiriman bisa dimulai.

“Harus diajukan terlebih dahulu. Mudah-mudahan dalam 10 hari ke depan atau bulan depan bisa terpenuhi,” tandasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama