MenaraToday.Com - Serang :
Guna mengedukasi para lurah yang nantinya akan menjadi pengawas dalam Koperasi Merah Putih Kota Serang yang di programkan presiden prabowo untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan di wilayah Koperasi Merah Putih digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Merah Putih yang bdigelar di Gedung PKK Kota Serang, Senin (10/11/2025)
Selain dihadiri para Lurah acara pun dihadiri oleh beberapa orang para pendamping koperasi hasil program rekruitment kementrian guna pendampingan koperasi lebih maju kedepan dalam menjalankan program bisnisnya.
Dalam acara bimtek ini dihadiri oleh Sekda Kota Serang H.Nanang Saifudin dan staf dari dinas Koperasi UMKMP Perindag dan Lembaga Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda)
Setelah selesai acara wartawan mencoba menemui pihak panitia guna meminta hasil manfaat kegiatan tersebut.
Karena menurut beberapa Lurah acara tersebut hanya acara seremonial yang membuang anggaran. soalnya saat di tanya mengenai azaz koperasi dan Permenkop serta surat menyurat yang harus di buat koperasi para peserta tidak tahu,dengan alasan tidak atau belum di beritahu prosedurnya.
Salah seorang pegawai saat ditanya menyebutkan bahwa mereka hanya staff sementara Kepala Bidang telah pulang terlebih dahulu.
Sementara salah seorang narasumber mengaku dari lembaga dan menyarankan agar wartawan mengkonfirmasi pihak Dinas
"Saya Dari Lembaga, silahkan bapak ke dinas aja" ujarnya.
Dilain pihak saat wartawan adakan sedikit perbincangan dengan Pendamping yang memegang 9 Koperasi Merah Putih utuk kota Serang berinisial KHO jawaban dari hasil obrolan tersebut sungguh sangat di jauh dari yang diharapkan wartawan untuk sekedar NIB pun mereka menjawab mikir harus sampai bermenit-menit apa itu NIB dan konsep mereka pun hanya konsep yang dipetakan oleh aturan baku .
"Jawaban mereka kami baru memulai pak jadi mereka perlu di bimbing dari para Lurah dan pengawas Koperasi Merah Putih. Bagaimana mana mau d bimbing spek pendamping pun belum sepenuhnya mengetahui UU perkoperasian dan UU usaha miris" celetuk salah seorang wartawan kecewa
Agus dari kelompok Aktifis Banten Bersatu mengatakan kegiatan itu hanya seremonial yang membuang buang anggaran tanpa edukasi yang jelas dan lengkap.
Agus pun berkata ketika koperasi berjalan itu adalah wadah untuk memajukan ekonomi kerakyatan yang perjalananya di atur oleh undang undang.jangan jadikan koperasi itu kerajaan karena merasa sang pemilik modal.
"Pemerintah pun jangan tutup mata pura pura tak tahu saat ada koperasi yang menggunakan Lebel koperasi untuk kepentingan pribadi" ucapnya (Agus)
