MenaraToday.Com - Pandeglang :
Warga Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan kondisi akses jalan menuju desanya yang rusak parah. Jalan penghubung antara dua Desa, yakni Desa Margagiri dan Desa Tegal Papak yang membentang sekitar satu setengah kilometer kini tampak penuh lubang dan tergenang air, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Sunardi (42), salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa ada perbaikan berarti dari pihak pemerintah.
“Menuju Desa Tegalpapak sampai sekarang belum ada perubahan. Sepertinya kami ini korban politik,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (13/11/2025).
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak membuat warga harus memutar jauh melalui Tarogong menuju Bama Pos setiap kali hendak ke kantor desa atau ke kantor kecamatan.
“Kalau mau ke kantor desa atau urusan ke kecamatan, kami harus muter jauh. Padahal kalau jalan ini bagus, waktu tempuh bisa jauh lebih cepat,” tambahnya.
Selain menghambat aktivitas sehari-hari, kerusakan jalan ini juga berdampak besar pada dunia pendidikan di wilayah tersebut. Banyak anak sekolah yang harus berjuang melewati jalan berlubang dan becek setiap pagi.
“Jalan ini sangat penting bagi kami, terutama untuk anak-anak sekolah. Kondisinya sangat memprihatinkan sesuai fakta di lapangan. Kalau musim hujan apalagi, air menutupi hampir seluruh badan jalan. Susah dilalui, apalagi oleh motor,” kata Sunardi.
Warga berharap agar pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Pemerintah Provinsi Banten segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut.
“Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan kondisi jalan ini dan segera melakukan perbaikan, karena jalan ini merupakan akses alternatif penting bagi masyarakat Pagelaran dan Panimbang,” imbuhnya.
Selain mengganggu akses pendidikan dan pemerintahan, kerusakan jalan juga memukul roda ekonomi masyarakat.
Yamin (65), warga lainnya, menuturkan para petani paling merasakan dampaknya.
“Kami yang bertani kesulitan menjual hasil panen. Jalan rusak bikin kendaraan pengangkut nggak bisa lewat lancar. Akhirnya banyak hasil panen yang telat sampai pasar,” keluhnya.
Bagi warga Tegalpapak dan sekitarnya, jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, melainkan nadi kehidupan yang mempermudah mereka beraktivitas, bekerja, dan bersekolah.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tegalpapak, Hasim, ketika dikonfirmasi mengatakan sedang ada kegiatan.
"Maaf nanti sorean ya saya sedang ada acara," jawabnya singkat.
Sementara Camat Pagelaran, M Asep Saefudin hingga berita ini ditayangkan belum memberikan penjelasan apapun terkait hal tersebut. (ILA)
