MenaraToday.Com - Pandeglang :
Isu bencana alam yang belakangan ramai diperbincangkan berdampak langsung pada sektor pariwisata pantai. Sejumlah pengelola wisata mengeluhkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan yang bahkan mencapai 40 persen. Kondisi ini membuat kawasan pantai yang biasanya ramai, kini tampak lengang.
Menyikapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati yang akrab disapa Ni Luh Puspa, mengingatkan para pengelola wisata pantai untuk segera menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi bencana guna memulihkan kepercayaan wisatawan.
“Kami selalu mengingatkan agar para pengelola memitigasi ke mana wisatawan harus menuju ketika terjadi bencana. Termasuk penyediaan papan petunjuk jalur evakuasi dan aspek keselamatan lainnya, seperti ketersediaan ambulans, tim kesehatan, jarak ke puskesmas maupun rumah sakit. Intinya bagaimana caranya pihak pengelola membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berlibur ke pantai di tengah ramainya isu bencana,” ujar Ni Luh Puspa saat kunjungan ke Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, rasa aman menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan wisata pantai. Oleh karena itu, ia meminta pengelola kawasan wisata pantai terbuka agar lebih memaksimalkan keberadaan papan petunjuk jalur evakuasi di berbagai titik strategis.
“Yang lebih perlu lagi adalah selalu diinformasikan wisatawan ini akan dibawa ke mana ketika terjadi sesuatu. Mungkin pihak pengelola bisa memperbanyak papan petunjuk jalur evakuasi di area wisata agar pengunjung tidak kebingungan,” jelasnya.
Selain kesiapsiagaan di lapangan, Ni Luh Puspa juga mengingatkan pentingnya pemantauan informasi cuaca secara berkala. Ia meminta pengelola dan wisatawan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Pantau terus informasi prakiraan cuaca dari BMKG, karena kami di Kementerian Pariwisata juga selalu melakukan itu di media kami bersama BMKG, baik terkait cuaca maupun informasi vulkanologi,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Elis Susianti, menekankan pentingnya sinergi antara pengelola wisata dan media dalam menangkal isu negatif yang beredar di masyarakat.
“Kepada rekan-rekan media, mohon dibantu untuk menginformasikan berita-berita yang baik. Dan kepada para pengelola, mari berbenah dan bahu-membahu meyakinkan wisatawan bahwa berlibur ke Banten itu aman,” tutupnya.
Dengan kesiapan mitigasi, informasi yang transparan, serta pemberitaan yang berimbang, diharapkan kepercayaan wisatawan dapat kembali tumbuh dan sektor pariwisata pantai perlahan bangkit dari keterpurukan. (ILA)
