MenaraToday.Com - Pandeglang :
Di tengah riuh tawa anak-anak yang berlarian mengejar ombak kecil di pesisir Pantai Pasir Putih Carita, aroma menyengat yang menusuk hidung tiba-tiba memecah suasana liburan. Air laut yang biasanya segar dan jernih mendadak terasa berbeda. Sabtu (6/12/2025), sejumlah wisatawan mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa sebagian fasilitas kamar mandi dan bilas di kawasan wisata populer di Carita ini, diduga limbahnya mengalir langsung ke laut.
Pantai Pasir Putih Carita selama ini menjadi tujuan favorit warga Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya, terutama pada akhir pekan. Dengan tarif masuk Rp10.000 per orang, kawasan wisata ini bisa dipadati hingga ribuan pengunjung setiap harinya.
Namun pengalaman Fenny, wisatawan asal Jakarta, jauh dari menyenangkan.
“Saya lihat sendiri pipanya dari toilet langsung ke laut. Anak-anak pada asyik main air dan berenang, padahal airnya bau sekali. Kasihan anak-anak,” keluhnya, sambil menunjukkan salah satu pipa yang menjorok ke bibir pantai.
Ia menilai, dengan pendapatan dari tiket masuk saja, semestinya pengelola mampu menyediakan sistem pengolahan limbah yang layak.
“Dengan ribuan pengunjung dan tiket Rp10.000 saja, seharusnya pengelola mampu membangun septictank atau IPL. Ini bukan masalah tidak punya uang, tapi sepertinya memang tidak ada niat,” tegas Fenny.
Ketika dikonfirmasi, Pirul, selaku pengelola Pantai Pasir Putih Carita, membenarkan bahwa air dari kamar bilas memang langsung dialirkan ke laut.
“Itu sebenarnya limbah air bilas saja, bukan air kencing. Kalau air kencing dan tinja kita tampung, tidak dibuang ke laut. Tapi untuk air bilas memang langsung disalurkan ke laut. Soal baunya kami juga kurang tahu, nanti akan kami cek lagi,” ujarnya.
Ia juga berdalih bahwa kondisi serupa terjadi di banyak kawasan pantai lainnya.
“Ujung-ujungnya air dari sungai, dari rumah-rumah warga di kampung juga mengalir ke laut,” kilahnya.
Perlu diketahui, bahwa air bilasan kamar mandi tetap mengandung campuran sabun, deterjen, dan bahan kimia lain yang berpotensi merusak kualitas air laut dan mikroorganisme di dalamnya. Jika berlangsung terus-menerus, pasir putih, ikon utama Pantai Carita, dapat terkontaminasi dan kehilangan kejernihan alaminya.
Berdasarkan pantauan, kenyamanan wisatawan pun semakin dipertaruhkan. Sejumlah orang terlihat memilih duduk di tepi pantai tanpa berani masuk ke air, sambil menutup hidung karena bau yang mengganggu.
Di tengah gencarnya promosi pariwisata Banten, persoalan sanitasi dasar seperti ini menjadi ironi. Bila tidak segera ditangani, Pantai Pasir Putih Carita bisa kehilangan daya tarik dan kepercayaan wisatawan. (ILA)
