MenaraToday.Com - Pandeglang :
Masa libur sekolah yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, mulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 memunculkan pertanyaan di kalangan orang tua murid terkait penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah.
Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Pandeglang mempertanyakan teknis penyaluran MBG yang masih dilakukan meskipun kegiatan belajar mengajar telah diliburkan. Mereka mengaku bingung karena informasi yang diterima dari pihak sekolah menyebutkan bahwa makanan bergizi tersebut tetap bisa diambil ke sekolah selama masa libur.
Mia, salah satu orang tua murid, mengaku terkejut ketika mendapatkan pemberitahuan melalui grup WhatsApp orang tua murid. Informasi tersebut disampaikan oleh guru bahwa MBG masih tersedia dan dapat diambil langsung ke sekolah.
“Di WA grup orang tua, pihak sekolah melalui gurunya memberitahu bahwa MBG bisa diambil ke sekolah. Saya kira kalau libur sekolah MBG distop dulu, kan anak-anak lagi libur,” ujar Mia, kepada menaratoday.com. Selasa (24/12/2025).
Hal serupa juga disampaikan Ima, orang tua murid lainnya. Ia mengaku masih menunggu kepastian terkait mekanisme penyaluran MBG selama masa liburan.
“Katanya lihat nanti saja, hari ini kan ngambil MBG ke sekolahan,” tuturnya singkat.
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Kecamatan (Korcam) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Haryanto, menjelaskan bahwa penyaluran MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan kesiapan serta permintaan pihak sekolah.
“Kalau dari hasil rapat dengan pihak Badan Gizi Nasional (BGN), penyaluran di hari libur itu minimal seminggu dua kali, dan itu pun kalau sekolah mau menerimanya di hari libur,” jelas Haryanto.
Ia menambahkan, secara umum pengiriman MBG selama libur sekolah tetap dilakukan minimal dua kali dalam sepekan. Adapun menu yang disalurkan terdiri dari menu basah dan menu kering.
“Biasanya menu basah itu dikirim seminggu dua kali, sisanya menu kering. Yang sudah berjalan di Pandeglang rata-rata menyesuaikan dengan keinginan sekolah,” katanya.
Haryanto menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksakan penyaluran MBG kepada sekolah selama masa libur. Jika sekolah meminta pengiriman tetap dilakukan, maka MBG akan disalurkan. Namun, jika sekolah memilih untuk menghentikan sementara, pihak penyelenggara juga menghormati keputusan tersebut.
“Jadi kalau sekolah minta dikirim di hari libur, kita kirim. Kalau yang tidak mau, juga tidak kita paksakan,” pungkasnya. (ILA)
