Perlintasan Kereta Api tanpa palang di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi kembali mengambil korban jiwa, Rabu (21/1/2026) sekira pukul 18.15 Wib
Kali ini kereta api penumpang Sri Bilah Utama jurusan Rantau Prapat - Medan menabrak mini bus Toyota Avanza Veloz bernopol BK 1657 ABP dan dari informasi yang berhasil dihimpun dari 9 orang penumpang mobil Avanza 8 orang meninggal dunia dan 1 orang mengalami luka berat dimana mobil tersebut dikabarkan terseret sejauh 500 meter
Informasi yang berhasil di himpun didalam mobil merupakan satu keluarga yang baru menghadiri undangan di Kabupaten Batu Bara dan hendak mengunjungi kerabat para korban di kawasan Bagelen. Dimana mini bus Avanza datang dari arah Jalan Baja menuju jalan Ahmad Bilal. Diduga kurang hati-hati dan tidak mendengar klakson kereta api, pengemudi terus masuk melintasi rel dan akhirnya tabrakan tidak terhindarkan lagi.
Doni (28) salah seorang warga saat ditemui di lokasi kejadian menyebutkan seluruh korban baik yang meninggal maupun yang mengalami luka berat di bawa ke RS. Bayangkara Kota Tebingtinggi .
"Di perlintasan ini memang sudah lama tidak ada palangnya bang, kalau kecelakaan udah sering la bang, selama ini perlintasan disini di jaga oleh warga tapi nggak tau juga kenapa sekarang nggak ada yang jaga" ujar Doni.
"Kabarnya ada sembilan orang korban, 8 dinyatakan meninggal dan 1 luka berat dan dari ke 9 korban ada 1 orang anak-anak dan kabar dari salah seorang warga menemukan KTP atas nama Rizal dan Risnawati warga Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang bang, Abang kalau mau datanya coba aja ke RS Bhayangkara bang" ujarnya. (Yusuf)

