Hadiri Musrenbangdes, Kepala Puskesmas Labuan Sebut Ada Pemangkasan Rp. 200 Juta Di BPJS Kesehatan

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Labuan, Sri Rezeki, S.ST, Bdn, mengungkapkan adanya pemangkasan sekitar Rp200 juta dalam pengembalian jasa pelayanan badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas yang dipimpinnya. Hal itu disampaikan saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (23/1/2026).

"Itumah BPJS, jadi pengembalian BPJS untuk jasa pelayanan kami itu ada pemangkasan karena banyak yang dirujuk ke spesialis non spesialistik. Terdapat 144 jenis penyakit yang diklaim oleh BPJS yang sebetulnya dapat ditangani di Puskesmas dan tidak boleh langsung dirujuk. Salah satunya, penyakit TBC, itu tidak perlu dirujuk ke dokter penyakit dalam karena di Puskesmas sudah ada klinik TB. Obatnya juga sudah dianggarkan oleh pemerintah dan gratis. Kecuali memang perlu konsultasi ke dokter spesialis atas indikasi medis, baru boleh dirujuk,” demikian kata Sri Rezeki. 

Ia menegaskan, setiap rujukan harus berdasarkan indikasi dokter dan pasien harus terlebih dahulu mendapatkan penanganan di Puskesmas. 

“Kalau sudah diobati lima kali tapi belum sembuh, barulah dirujuk, tentu dengan indikasi dokter. Namun kebanyakan masyarakat ingin langsung dirujuk, padahal sakitnya masih bisa ditangani di Puskesmas. Ini menjadi beban biaya yang harus kami tanggung,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Rezeki juga menyampaikan bahwa mulai pekan depan, Puskesmas Labuan akan melaksanakan program imunisasi campak bagi balita usia 3 hingga 5 tahun di desa-desa yang berada di Kecamatan Labuan.

“Selasa pekan depan, tim Puskesmas Labuan akan mulai melakukan imunisasi campak secara mobile, dimulai dari Desa Cigondang dengan mendatangi posyandu-posyandu,” terangnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan, guna mencegah munculnya berbagai penyakit. 

“Saat musim hujan, banyak genangan air yang berpotensi menimbulkan demam berdarah. Jaga kebersihan lingkungan, insyaallah penyakit bisa dicegah. Saat ini yang banyak muncul adalah penyakit campak,” tutupnya. (ILA) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama