MenaraToday.Com - Asahan :
Ulat api adalah hama pemakan daun kelapa sawit yang berbahaya, dikenal karena duri beracunnya yang menyebabkan sensasi panas, gatal, dan nyeri jika tersentuh, serta serangannya dapat merusak daun hingga hanya menyisakan tulang, menyebabkan tanaman kehilangan daun 50-90% dan berpotensi mati, terutama spesies seperti Setothosea asigna, Setora nitens, dan Parasa lepida.
"Jika Ini dibiarkan akan berdampak Menurunkan fotosintesis, menghambat pembentukan bunga dan buah, serta mengurangi produktivitas. Pada serangan parah, tanaman bisa kehilangan banyak daun dan mati kering."
Hal ini akan menjadi momok yang akan menakutkan bagi masyarakat yang memiliki kebun yang berada disekitaran Kebun Kebun PTPN4 Reg.1 KBDSL apabila hama ulat api ini tak segera dikendalikan atau ditangani secara serius,Ujar Aktivis Buruh Al Amin, Amin menyebutkan, Perusahaan Plat Merah ini harus melakukan tindakan serius agar dampak dari ulat api tidak menyebarluaskan dan nantinya akan berdampak kepada petani yang tidak punya kemampuan dalam mengendalikan hama ulat api'
Hasil investigasi awak media Rabu (21/1/2026) di Afd IV, V, dan l sampai saat ini di duga Pengendaliannya sepertinya belum dilakukan pihak manajemen kebun.
Selain itu kata Al-Amin pengendalian bisa meliputi insektisida kimia (seperti deltametrin) dan metode biologis, serta menjaga keseimbangan ekosistem perkebunan.ujarnya.
Selain itu, biaya pembasmi Teling Hama, benalu pohon, jamur ganoderma persemester cukup fantastis yang dikeluarkan manejemen kebun.ujarnya.
Ditambahkannya lagi, Al Amin meminta tim Audit dari Region Heat l PTPN 4 Medan agar turun ke KBDSL.Tegasnya.
Ditempat terpisah ketika awak media mengkonfirmasi Askep PTPN4 Reg l KBDSL, Ardi Mazwar, Rabu (21/1/2026) membantah adanya biaya pembersihan benalu di pohon sawit, belum ada ditemukan
pembasmi jamur Ganoderma begitu juga dengan biaya untuk penanggulangan hama ulat api.ujarnya..(SDM)
