Kembali Terisolasi Banjir, Warga Patia Gotong Ibu Melahirkan Demi Akses Medis

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Serang Ibu warga Kecamatan Patia yang hendak melahirkan terpaksa digotong warga dengan alat seadanya. Kondisi ini akibat terjadinya banjir musiman yang kembali mengisolasi wilayah Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jumat (23/01/2026). Genangan air yang tak kunjung surut melumpuhkan akses transportasi dan memperlihatkan lemahnya tata kelola infrastruktur serta lingkungan di wilayah tersebut. Desa Idaman, Kecamatan Patia, menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. 

Kepala Desa Idaman, Ilman, mengungkapkan bahwa dirinya bersama warga terpaksa menggotong seorang ibu yang baru melahirkan dari Kampung Tongkol menuju Kampung Karangtengah sejauh sekitar dua kilometer demi mendapatkan layanan kesehatan.

“Seluruh akses terendam. Tidak ada kendaraan yang bisa melintas, sehingga ibu yang baru melahirkan harus dibawa secara gotong royong,” ujar Ilman.

Kondisi serupa terjadi di Desa Pasirgadung. Warga setempat, Ihwan, mengatakan luapan Sungai Cibeureum sejak Selasa (20/01/2026) menutup jalur utama menuju Desa Surianeun dan Desa Pagelaran, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.

“Air terus meluap dan menutup jalan utama. Warga kesulitan beraktivitas,” kata Ihwan.

Ia menyebut pendangkalan sungai dan tumpukan sampah menjadi penyebab utama banjir berulang. Kapasitas sungai yang menurun membuat air mudah meluap saat hujan turun.

“Pendangkalan dan sampah membuat Sungai Cibeureum tidak mampu menampung debit air,” jelasnya.

Kasman, warga Kampung Dungushaur, Surianeun, menilai banjir berkepanjangan telah melumpuhkan kehidupan warga, terutama petani yang kerap mengalami gagal panen. Ia mendesak pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai dan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Banjir ini sudah hampir dua pekan dan belum surut. Jalan tersebut adalah satu-satunya akses ke Surianeun dan Pagelaran,” ungkapnya.

Menurut Kasman, banjir musiman tidak bisa lagi dianggap sebagai bencana alam semata, melainkan mencerminkan lemahnya kebijakan pembangunan dan perlindungan hak dasar warga.

“Selama tidak ada penanganan serius, Patia akan terus terisolasi bukan hanya oleh air, tetapi oleh kegagalan kebijakan,” pungkasnya. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama