MenaraToday.Com - Pandeglang :
Warga Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan aliran listrik yang tidak stabil atau “Spaneng” sejak beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas warga dan berpotensi merusak peralatan elektronik.
Salah seorang warga, Abdullah, mengatakan gangguan listrik tersebut sudah berlangsung selama tiga hari terakhir.
“Sudah tiga hari, sejak Jumat kemarin listrik nyenen (tidak stabil). Lampu nyalanya redup-terang. Jelas kondisi ini membuat resah warga karena selain sering mati-nyala, juga bisa merusak alat elektronik,” ujar Abdullah kepada menaratoday.com, Minggu (24/1/2026).
Ia menambahkan, gangguan serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kondisi listrik tidak stabil juga sempat dialami warga beberapa bulan lalu.
“Bukan baru kali ini saja, bulan kemarin juga seperti ini, sekarang terulang lagi. Banyak warga yang gagal masak nasi karena listriknya tidak stabil,” katanya.
Abdullah menyebut pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada PT PLN (Persero) Unit Labuan. Namun hingga kini belum ada penanganan langsung di lapangan.
“Waktu hari Jumat saya telepon PLN, katanya nanti ada petugas yang datang, tapi sampai hari ini belum ada. Tadi sempat normal sebentar, tapi setelah itu Spaneng lagi,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sempat ada petugas yang datang ke lokasi, namun bukan teknisi, melainkan petugas pemeriksa KWh meter.
“Ada yang datang, tapi bukan teknisi, hanya petugas pemeriksa KWh. Sudah saya telepon lagi, katanya mau datang, tapi sampai sekarang tidak muncul. Tolong kepada PLN Labuan agar lebih responsif terhadap keluhan warga karena kondisi ini cukup menyulitkan,” ucapnya (Ila)
