Menata Pasar Labuan, PT. SLS Fokus Garap Lahan Parkir

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Pagi hari di Pasar Baru Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, selalu identik dengan hiruk pikuk. Deru kendaraan, pedagang yang sibuk menata dagangan, serta pembeli yang berdesakan menjadi pemandangan rutin. Namun, di balik keramaian itu, terselip satu masalah klasik, yakni parkir semrawut yang kerap memicu kemacetan dan keluhan warga.

Kini, wajah kawasan pasar perlahan diubah. Sebagian lahan milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang dikelola oleh PT Sinar Labuan Sejahtera (PT SLS) mulai dialihfungsikan menjadi area parkir. Dari total lahan yang dikelola, sebagiannya disiapkan khusus untuk menata kendaraan pengunjung pasar.

TB. Agus Munajat, Pelaksana PT SLS, mengungkapkan bahwa proses penataan ini dimulai sejak empat hari lalu. Langkah awalnya adalah penertiban sejumlah lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas lahan tersebut dan dinilai tidak berizin.

“Memang sempat terjadi dinamika di lapangan, tapi Alhamdulillah semua sudah clear. Para pedagang bisa menerima dengan baik karena kami juga melakukan pendekatan persuasif,” ujar Agus kepada menaratoday.com. Sabtu (31/1/2026). 

Bagi PT SLS, penataan ini bukan semata soal parkir, tetapi tentang membangun keteraturan di ruang publik yang selama ini terasa sesak dan kumuh. Agus menyebut, setiap pagi kondisi pasar kerap “chaos (kacau)” akibat kendaraan yang diparkir sembarangan hingga mengganggu arus lalu lintas.

“Kendaraan tidak tertib, jalan tersumbat, pembeli pun jadi tidak nyaman. Padahal pasar ini pusat ekonomi masyarakat,” katanya. 

Kedepan, kendaraan roda dua maupun roda empat diarahkan masuk ke area parkir baru tersebut. Meski masih dilakukan secara bertahap, PT SLS berharap perubahan ini dapat menciptakan suasana pasar yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Tak hanya itu, pengelolaan parkir akan dilakukan langsung oleh PT SLS tanpa melibatkan pihak ketiga. Ke depan, sistem parkir dirancang lebih rapi, menyerupai tata kelola parkir di pusat perbelanjaan modern.

“Harapannya, selain tertib, ini juga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang karena ada kewajiban pajak 10 persen dari total pendapatan,” jelas Agus.

Dukungan pun datang dari warga sekitar. Dadang, ia sangat menyambut baik langkah tersebut.

“Setiap pagi pasar itu penuh banget, sampai orang mau belanja saja susah lewat. Kalau sekarang parkir ditata, saya rasa ini bagus untuk semua,” ujarnya.

Perubahan kecil ini mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi ribuan warga yang setiap hari bergantung pada denyut Pasar Labuan, langkah ini menjadi harapan baru, pasar yang lebih tertib, lebih nyaman, dan lebih manusiawi. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama