Pasien BPJS PBI Keluhkan Layanan RSUD Drajat Prawiranegara

MenaraToday.Com - Serang :

Seorang ibu asal Perumahan Bumi Ciruas Permai 2 Desa Ranjeng Kecamatan Ciruas keluhkan layanan RSUD Kabupaten Serang Drajat Prawiranegara, dikarenakan sudah berjalan di IGD tiga hari belum ada kepastian akan dirawat atau mendapatkan kamar 

"Jangankan mendapatkan kamar, untuk obat pun harus diminta dulu baru dapat" ujar ibu seorang pasien yang minta namanya tidak di publikasikan 

Menurut ibu pasien, anaknya Chika Maulina Sari, kelahiran Serang 11 Januari 2016 yang telah lama menjadi anak yatim tersebut di diagnosis mengalami penyakit campak disertai mencret dan muntah sehingga banyak mengeluarkan cairan di dalam tubuhnya.

"Chika Maulina telah dirawat di IGD semenjak tanggal 19 Februari 2025 hingga kini, meskipun sudah saya tanya kepada petugas pendaftaran rawat inap, sang petugas hanya menjawab belum tau sampai kapan dapat kepastian dapat ruang inap, 

Sementara itu saat wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Efrizal via WhatsApp menyebutkan Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serang telah berkoordinasi dengan pihak RSDP dan pihak RSDP menjelaskan pada Dinas Kesehatan bahwa Chika di diagnosis morbili  jadi membutuhkan ruangan khusus. Yang kebetulan ruangan tersebut sedang penuh ujar kepala dinas kesehatan Efrizal menerangkan pada wartawan. 

Sikapi hal tersebut Ketua Ormas Badan Anti narkoba Nusantara Kabupaten Serang Pipin Wahyudin . Menyayangkan pihak RSDP yang kurang sigap dan tanggap akan keluhan dari pasien yang menjadikan ada satu persepsi seolah pasien BPJS PBI diabaikan tidak diperhatikan. 

Pipin Wahyudin pun berkata akan melakukan investigasi apakah kamar kamar tersebut benar benar penuh. Bila ditemukan ada kamar kosong maka pihaknya akan melayangkan surat somasi kepada RSDP Dan Asda 1 harus bertanggung jawab bila pasien terabaikan dan terjadi hal yang tidak di inginkan (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama