Diduga Akibat Arus Pendek, Rumah Seorang Lansia Di Pandeglang Ludes Dilalap Api

MenaraToday.Com - Pandeglang :

Malam itu, Senin (2/3/2026), suasana di Kampung Dungushaur, RT/RW 018/04, Dusun 2, Desa Surianeun, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, tampak seperti biasa. Warga sebagian besar telah terlelap ketika jarum jam mendekati pukul 22.00 WIB. Di sebuah rumah sederhana, Kanang (80) juga sedang beristirahat. Namun malam tenang itu berubah menjadi kepanikan dalam hitungan menit.

Kanang terbangun ketika hawa panas dan cahaya kemerahan menyelinap ke dalam ruang tidurnya. Saat ia menyadari apa yang terjadi, api sudah menjalar di bagian atas rumahnya. Diduga, kobaran tersebut berasal dari arus pendek (korsleting listrik) yang dengan cepat membesar dan melalap bangunan yang selama puluhan tahun menjadi tempatnya berteduh.

Dalam kondisi panik, lansia itu berteriak meminta pertolongan. Suaranya memecah kesunyian malam. Warga yang mendengar teriakan tersebut segera berdatangan. Tanpa menunggu lama, mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Patia, Sabda, mengatakan api berhasil dipadamkan berkat kesigapan warga. Namun, rumah panggung sederhana itu tak lagi bisa diselamatkan.

“Api cepat sekali membesar. Saat warga datang, sebagian besar bangunan sudah terbakar. Tidak ada korban jiwa, tetapi seluruh isi rumah hangus,” ujar Sabda, Selasa (3/3/2026).

Perabotan rumah tangga, pakaian, hingga satu unit sepeda motor milik korban ikut menjadi abu. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta, angka yang sangat besar bagi seorang lansia yang hidup sederhana di kampung.

Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing dan arang hitam di lokasi rumahnya. Kanang harus menerima kenyataan pahit di usia senjanya, kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Warga sekitar berharap adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk sementara, korban membutuhkan logistik, pakaian layak pakai, serta tempat tinggal sementara agar dapat kembali menjalani hari-harinya dengan lebih tenang.

Di tengah musibah itu, satu hal yang masih terasa kuat adalah solidaritas warga. Di antara sisa-sisa kebakaran, gotong royong dan kepedulian menjadi cahaya yang tersisa bagi Kanang. (ILA)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama