Suasana malam di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (9/3/2026) mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 22.00 WIB, warga dikejutkan oleh kabar amblesnya Jembatan Batu Nongol, akses penghubung yang selama ini menghubungkan Desa Katumbiri dan Desa Waringin Jaya.
Jembatan tersebut berada di jalur Kampung Babakan Kiara, Desa Waringin Jaya. Selama ini, Jembatan Batu Nongol menjadi urat nadi mobilitas masyarakat yang melintas dari wilayah Cibaliung menuju Cigeulis dan sebaliknya.
Malam itu, beberapa warga yang hendak melintas harus mengurungkan niat setelah melihat kondisi jembatan yang sudah ambrol. Salah satunya Andri (27), seorang pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Ia mengaku terkejut ketika mendapati jembatan yang biasa ia lewati tiba-tiba dalam kondisi rusak parah.
“Kaget, karena saya pikir tidak rusak seperti ini,” ujar Andri singkat, masih dengan nada heran.
Kerusakan jembatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Selain menjadi jalur penghubung antar desa, jembatan tersebut juga berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Cigeulis dan sekitarnya. Banyak kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun kebutuhan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Kapolsek Kecamatan Cigeulis, Kanit Intelkam Polsek Cigeulis Bripka Riki Rifaldi membenarkan adanya kerusakan pada jembatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa jembatan yang ambrol berada di jalur Kampung Babakan Kiara, Desa Waringin Jaya.
Untuk sementara waktu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur alternatif, khususnya bagi kendaraan roda empat dengan muatan berat.
“Kami mengimbau kepada pengendara yang melintas dari arah Cibaliung menuju Panimbang maupun sebaliknya agar mencari jalur alternatif terlebih dahulu, karena kendaraan roda empat bermuatan berat untuk sementara tidak bisa melintas di jalur tersebut,” ujarnya.
Kini, warga hanya bisa berharap agar jembatan tersebut segera mendapat penanganan dari pihak terkait. Sebab bagi masyarakat sekitar, Jembatan Batu Nongol bukan sekadar penghubung jalan, tetapi juga bagian penting dari aktivitas sehari-hari. (ILA)
