Koalisi Lembaga Aksi Perjuangan Provinsi Banten. Geruduk Kantor Gubernur Banten

MenaraToday.Com - Banten :

Perkumpulan Masa LSM .dan  Ormas yang tergabung dalam Presidium Koalisi Lembaga  Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten. Geruduk Kantor Gubernur Banten perihal adanya dugaan anggaran APBD Provinsi Banten Tahun 2026 yang diduga tidak produktif dan menghamburkan hasil pajak rakyat. Yaitu Belanja Perjalanan Dinas, Makan Minum, Rapat", Seremonial dan Jasa Publikasi. Salah satunya di DPRD Provinsi Banten sebagaimana :

1. Perjalanan Dinas DPRD Banten Rp. 81 miliar lebih

2. Makan minum reses dan rapat Rp. 38 Miliar.

3. Belanja pakean Dinas Rp. 10 miliar lebih

4. Belanja Akomodasi SKPD Rp.9 miliar.

Amrul. Koordinator Aksi Koalisi Lembaga Aksi Pergerakan ( KALAP) Provinsi Banten saat ditemui wartawan dalam aksi  mengatakan, dengan anggaran yang sangat fantastis kami minta kepada Gubernur Banten untuk Evaluasi Inpres Nomor 1 tahun 2025. Yang mana dalam isinya .angaran yang tidak produktif bisa di pangkas 50 persen. Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan melalui anggaran APBD Provinsi Banten tahun 2025 hasil uang pajak rakyat tersebut harus dikembalikan ke masyarakat Banten. Agar semua bisa menikmatinya adil dan merata.

Sapani" Danlap presidium KALAP Provinsi Banten juga mengatakan" kami juga soroti kegiatan pekerjaan Kontruksi Jalan di Dinas PUPR Provinsi Banten tahun 2025. Diduga pada pengerjaannya Diduga tidak sesuai Spec. Seperti Pekerjaan pelebaran Ruas Jalan  Gunungsari _Mancak - Anyar. Pekerjaan Ruas Jalan  Serang - Petir (Simpang Boru), pekerjaan jembatan  Baros - Petir. Pelebaran Ruas  jalan  Pakupatan - Bendung (Bangdes), pekerjaan Ruas Jalan Pejuang 45 taktakan dan pekerjaan ruas jalan Karangasem  pada saat pekerjaan tidak sesuai dengan  Satuan Harga Produk Barang. Dan kami akan lakukan aksi unjuk rasa susulan ke  Kantor Gubernur Banten dan Kantor DPRD Provinsi Banten.Bila tidak pekerjaan pekerjaan program Bang Andra tidak terverafikasi. 

Baik dalam janji kampanye program sekolah menengah atas gratis di nilai cuma progam janji belaka. 

Buktinya masih banyak sekolah negri yang meminta pungutan dengan dalih komite baik itu untuk study tour dan sebagainya . Bahkan ada MAN yang harus daftar ulang tiap tahunya dengan alasan tidak mendapatkan BOSDA. Mana janjimu pa gubernur ujar pendemo (Agus)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama